Posts Tagged ‘Tradisi penulisan Indonesia

10
Feb
10

Babad

Wikipedia menuliskan, dalam bahasa Jawa, Babad berarti memotong atau menebang pohon, atau dalam pengertian luasnya adalah membuka lahan baru. Dalam sejarah Jawa, pembukaan suatu wilayah biasanya diawali dengan pembukaan suatu lahan atau hutan baru. Babad biasanya ditulis dengan sejenis teks dari Jawa dan Bali.

Di Indonesia, babad yang terkenal dan menarik perhatian para ahli sejarah adalah babad Tanah Jawi dan Babad Giyanti. Menurut ahli sejarah HJ de graaf, apa yang tertulis di Babad Tanah Jawi dapat dipercaya, khususnya cerita tentang peristiwa tahun 1600 sampai zaman Kartasura di abad 18. Demikian juga dengan peristiwa sejak tahun 1580 yang mengulas tentang kerajaan Pajang.

Babad Tanah Jawi adalah sebuah karya sastra berbentuk tembang yang ditulis oleh carik Braja atas perintah Sunan Paku Buwono III. Tulisan babad ini terpusat pada masa pemerintahan kerajaan Mataram dengan mencantumkan raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram pada pertengahan abad ke-18.

Sedang Babad Giyanti mengisahkan  tentang politik yang terjadi dipulau Jawa dan sejarah pembagian Jawa pada 13 Februari 1755.

Iklan
08
Feb
10

Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Tugu

Salah satu peninggalan berupa prasasti ditemukan pada situs peninggalan kerajaan Tarumanegara (kerajaan Taruma). Kerajaan ini pernah menguasai wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Menurut artefak yang ditemukan, dapat diketahui bahwa kerajaan ini adalah kerajaan Hindu.
Lanjutkan membaca ‘Kerajaan Tarumanegara’

06
Feb
10

tradisi penulisan Indonesia

Tulisan didaun lontar

Tradisi penulisan Indonesia telah dikenal beberapa abad yang lalu. Saat media untuk menulis belum seperti yang digunakan hari ini. Nenek moyang kita telah menyadari betapa penting menuliskan “Diary” yang akan mereka tinggalkan sebagai warisan sejarah dan budaya untuk anak-cucunya kelak. Media yang digunakan, bukan pena dan kertas seperti yang biasa kita gunakan hari ini. Mereka menggoreskan sejarah perjalanan hidup, kelahiran dan kematian, cara hidup, dan runtuh serta berkembangnya suatu negara dengan media yang ada, seperti tulang, batu, daun (biasanya memakai daun lontar), atau gerabah. Bahkan didinding-dinding goa tempat mereka tinggal.
Lanjutkan membaca ‘tradisi penulisan Indonesia’




RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 55,325 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!