Pameran Seni Patung Keramik “My Diary”

KabarIndonesia – Jenny Lee, dengan karyanya ” My Diary”, dipamerkan di Galeri Seni House of Sampoerna.

11 karya seni patung keramik digelar, masih dengan tema tentang persoalan sehari-hari perempuan Indonesia dewasa yang mempunyai tanggung jawab pada keluarga, kepekaan terhadap persoalan adat dan budaya Indonesia, hingga perasaan bahagia. Berbeda dengan pameran tunggalnya yang pertama di Via-via Cafe Yogyakarta, tahun 2004 silam, yang mengangkat tema perempuan muda, dengan motif bunga, hiasan, dan warna cerah.

Berbagai jenjang pendidikan telah ditempuhnya, mulai dari Modern School of Design Yogyakarta, 2001 (design grafis); D3 Kriya Cendera Mata Keramik, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2004; dan terakhir di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, 2009 (seni rupa). Sekarang, Jenny (33 tahun) aktif mengajar di Universitas Ciputra dan Sekolah
Jepang Surabaya, untuk pelajaran seni keramik.

Di saat pembukaan pameran ini, sambil mempraktekkan pembuatan patung keramik dari stoneware yang dibakar pada suhu 1200 derajat Celcius, menjelaskan bahwa dalam karyanya dia ingin menyampaikan pesan tentang kehidupan perempuan. Salah satunya melalui kebaya, yang pada jaman dahulu membatasi ruang gerak perempuan Jawa. Ide itu sudah tercetus 1 tahun yang lalu, untuk merespon hari Ibu melalui karya seni patung keramik.

Menurut Hasan Basri Marwah, pengamat seni rupa Yogyakarta, ciri khas karya-karya Jenny seringkali bersirkulasi antara yang kompleks dan tampilan sederhana. Sepintas terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membawa kita ke arah kompleksitas, bahkan membawa kita kesejumlah suasana yang bertingkat. Yang kedua, karyanya seringkali instalatif dalam artian beberapa figur dijejer sedemikian rupa untuk menghadirkan suasana tertentu.
Midori Hirota, perupa asal Jepang, mengomentari bahwa karya Jenny menarik karena kekuatan dan luasnya hati perempuan di dalam bentuk karya yang lembut dan manis.

Pengalaman sebagai ibu dan istri (Agus Koecink) mengilhami karyanya yang sebagian besar memadukan stoneware dan glasir, serta sedikit unsur kayu. Beberapa karya yang ditampilkan di pameran kali ini, yaitu “antara kau dan aku” (2009), “happy birthday” (2008), “doa dari perempuan” (2009), “jangan pernah berhenti” (2009), “tentang laki-laki” (2009),
“blue” (2008), “guardian” (2009), “passion #1, passion #2, passion #3, passion #4” (2009).


0 Responses to “Heritage In News”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!