Archive Page 2

06
Feb
10

Menjelang Hari Raya Imlek 2561

Icon Imlek

Warga etnis Tionghoa memang patut merasa senang, karena mereka sudah tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk merayakan tahun baru Imlek seperti dulu jaman orde baru. Di bawah pemerintahan presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur, Alm) semua yang membatasi ketenangan beribadat dan berkeyakinan umat Konghucu, bisa terbebaskan. Dan pada tahun-tahun sesudahnya, perayaan hari raya Imlek sudah boleh diselenggarakan secara bebas. Dan hasilnya, kita bisa menikmati atraksi dari para pemain barongsai, tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi.
Lanjutkan membaca ‘Menjelang Hari Raya Imlek 2561’

Iklan
05
Feb
10

Keraton Yogyakarta

Bangunan yang sakral dan sangat Istimewa bagi rakyat Yogyakarta ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I. Konon, ada yang mengatakan bahwa bangunan Keraton ini, sebelumnya adalah sebuah pesanggrahan bernama Garjitawati yang digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa lokasi kraton awalnya adalah sebuah mata air (Umbul Pacethokan).
Lanjutkan membaca ‘Keraton Yogyakarta’

04
Feb
10

Upacara menyambut kelahiran

Wah, banyak ragam kebudayaan Jawa yang bisa di pelajari ya. Untuk upacara adat untuk menyambut kelahiran ini kemungkinan sudah tidak begitu di perhatikan, tekhnologi, dan kecanggihan alat medis, serta bertambahnya pengetahuan masyarakat pada umumnya, membuat sebagian orang sudah tidak lagi menggunakan upacara ini. Mereka lebih mempercayai penanganan medis dan senam kehamilan. Tetapi, bagi orang Jawa sendiri, meski ke-kinian sudah menyeruak, mereka tetap peduli dan menganggap penting arti upacara ini.
Lanjutkan membaca ‘Upacara menyambut kelahiran’

02
Feb
10

Prosesi Panggih

Sebelum masuk pada prosesi panggih (mempertemukan kedua mempelai) yang pertama akan di lakukan adalah melakukan upacara Langkahan. Upacara Langkahan akan di lakukan apabila calon pengantin mempunyai kakak yang di langkahi (Adiknya menikah lebih dulu dari kakaknya) dalam pernikahan itu. Maka sebelum melakukan ijab, calon pengantin akan melakukan upacara “Minta Ijin” kepada saudara lebih tua yang di langkahi tersebut. Dan sebagai simbol penghormatan, sang kakak boleh meminta apa saja sebagai syarat pelangkah yang harus di turuti oleh calon pengantin. Setelah upacara langkahan selesai, barulah masuk pada upacara Ijab Qobul ( pengesahan perkawinan secara agama dan negara).
Lanjutkan membaca ‘Prosesi Panggih’

02
Feb
10

Midodareni

Setelah prosesi siraman selesai, tibalah saat bagi calon pengantin wanita untuk menjalankan upacara Midodareni (seperti bidadari). Yang berarti

Midodareni

adalah, calon mempelai wanita di haruskan berdiam diri di kamar dari mulai jam enam sore sampai dengan tengah malam, dengan memakai busana kebaya dan kain batik, dan dengan memakai sanggul sederhana dan riasan (seperti layaknya bidadari). Dalam tradisi Jawa, pada malam midodareni ini, di percaya bahwa bidadari akan datang dari kahyangan pada malam itu.
Lanjutkan membaca ‘Midodareni’

01
Feb
10

UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA

Upacara pernikahan dalam suku Jawa sangat sakral maknanya. Sebelum

Bokor Perunggu

sampai pada tahap bersandingnya pengantin di pelaminan, ke duanya harus melewati beberapa prosesi upacara adat yang di percaya akan membantu mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga kelak.

Prosesi pernikahan adat Jawa di awali dengan siraman.

Prosesi Siraman

Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga sang calon pengantin agar benar-benar bersih dari segala hal yang bisa merusak makna dari sebuah pernikahan. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari, sehari sebelum Ijab dan Panggih. Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Dengan mengggunakan baskom yang terbuat dari perunggu yang berisi kembang setaman, mawar, melati, magnolia dan kenanga. Biasanya siraman akan di lakukan oleh tujuh orang yang di tuakan selain Ayah dan Ibu. Dalam Bahasa Jawa tujuh itu PITU, mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong).
Lanjutkan membaca ‘UPACARA PERNIKAHAN SUKU JAWA’




RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 55,325 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!