16
Mar
10

MATAHARI Part 01

Matahari

Matahari, seorang wanita yang sangat mencintai tari sebagai bagian hidupnya, dan membawanya kepuncak ketenaran, dan yang membawanya menjadi seorang spionase internasional. Nama aslinya sebelum dia dikenal dan terkenal sebagai MATAHARI adalah Geertruida Margaretha Zelle, nama Belanda yang diberikan orang tuanya, Adam Zelle dan Antje van der Meulen. HIdup dalam masa dimana para lelakinya senang memakai topi, membuat ayahnya menjadi pengusaha topi yang sukses. Sehingga, Adam Zelle mampu memberikan pendidikan yang terbaik padanya sampai dengan umur Margaretha 13 tahun. Pada tahun 1889 usaha Adam Zelle mengalami kebangkrutan, kehidupan keluarga ini tidak lagi sama, dan mengantarkan mereka ke gerbang perceraian bagi pasangan Adam Zelle dan Antje van Meulen. Dan pada tahun 1891, ibunya meninggal dunia. Terlahir sebagai anak perempuan tertua dari 4 bersaudara yang kesemuanya laki-laki, membuat Margaretha dipaksa untuk berfikir lebih dewasa sepeninggal ibundanya. Tepat dua tahun setelah kematian sang bunda, ayahnya menikah lagi dengan Susanna Catharina Hoove, sesaat setelah pernikahan kedua sang aMargaretha memilih untuk tidak tinggal bersama keluarga barunya, melainkan memilih tinggal bersama dengan ayah baptisnya, Heer Visser. Atas anjuran Heer Visser, ayah baptisnya, Margaretha belajar untuk menjadi seorang guru taman kanak-kanak. Segera setelah ia menyetujui saran sang ayah baptis, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan menuju Leyde, sekolah untuk calon guru yang dikelola oleh Wybrandus Haanstra Heer.

Disekolah inilah, Margaretha mengawali petualangan cintanya dengan Wybrandus Haanstra Heer sang pemilik sekolah tersebut, yang juga sangat tergila-gila dengan Margaretha. Gadis kesepian ini berusaha menerima cinta sang pemilik sekolah meski usia mereka terpaut jauh, dan meski dengan setengah hati. Namun hubungan cinta mereka tidak semulus yang mereka kira. Kisah cinta mereka menyebar sebagai skandal antara guru dan murid. Seperti biasa, tudingan miring mengarah pada Margaretha, karena selalu perempuanlah yang mendapat cela bila sebuah skandal cinta terungkap. Kejadian ini membuat Margaretha harus keluar dari sekolah dengan tidak terhormat, dan berita memalukan ini sampai juga ketelingan ayah baptisnya Heer Visser, yang juga merasa sangat malu. Namun, Margaretha keluar dari sekolah dan asrama itu tidak untuk kembali kerumah ayah baptisnya, melainkan pergi menemui pamannya Heer Taconis, di kota Hague.

Di keluarga Taconis, Margaretha mendapat perlakuan yang baik meski di sana, ia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan diajarkan untuk mengurus rumah tangga. Margaretha berusaha agar ia menjadi berguna bagi keluarga paman yang

Rudolph dan Norman-John

telah berbaik hati menampungnya. Margaretha kecil, telah berusia 18 tahun saat itu, dan diusianya yang masih belia, Margaretha mulai berfikir untuk menikah. Tanpa di sengaja, sepulangnya dari berbelanja, matanya membaca sebuah iklan pencarian jodoh yang tertempel di tembok dan berbunyi : ” Seorang perwira muda, yang baru saja selesai bertugas di HINDI BELANDA, mencari seorang gadis, untuk dinikahi ” tanpa berfikir panjang, Margaretha segera pulang dan mengirimkan lamarannya, ke agen pencari jodoh tersebut, tak lama berselang, dialah yang terpilih dan menikah dengan Rudolph MacLeod yang saat itu berusia 38 tahun.

Pertunangan dan pernikahan yang singkat membuat banyak gosip bahwa Margaretha telah hamil terlebih dahulu, namun semua dasas desus tersebut sirna setelah Margaretha hamil dan melahirkan lebih dari setahun setelah usia pernikahan mereka. Mereka menikah pada 11 Juli 1895 dan M’greet melahirkan anak pertama mereka, Norman John, lebih dari satu tahun kemudian pada 30 Januari 1897.

Namun kebiasaan Rudolph Macleod yang suka mabuk, pulang larut malam, main perempuan dan berperangai kasar tidak juga berhenti bahkan ketika Margaretha mengandung anak pertama mereka. Dengan sabar Margaretha melakukan semua tugasnya sebagai istri dengan sebaik-baiknya meski tidak jarang perlakuan kasar dan pelecehan sering dilakukan oleh suaminya.

Suatu hari, Rudolph MacLeod memberitahu ibu baru ini, bahwa keluarga kecil mereka harus pindah karena dia akan ditempatkan di Jawa. Jauh dari kesan kecewa dan sedih oleh berita ini, M’greet senang dan menyambut dengan gembira perubahan suasana ini baginya dan bagi anaknya. Margareth begitu ingin melihat Jawa,karena selama ini ia hanya mendengar cerita-cerita tentang Pulau Jawa ini dari orang-orang saja.


2 Responses to “MATAHARI Part 01”


  1. 31 Maret 2010 pukul 3:15 PM

    He he,, menarik juga cerita mengenai nyonya belanda yang pahit hidupnya dan pada akhirnya pindah ke jawa. Kira2 kuburannya dimana ya? Lam kenal

    • 2 siti
      11 Oktober 2010 pukul 3:14 PM

      dia dihukum mati di Perancis. Novel tentang Matahari sedang terbit dalam cerbung Kompas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!