18
Feb
10

Keris Mpu Gandring

Salah satu keris peninggalan/ warisan nenek moyang yang terkenal adalah Keris Mpu Gandring. Nama keris ini erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kerajaan Singosari di daerah Malang, Jawa Timur. Sejarah menceritakan bahwa keris ini telah di kutuk oleh sang mpu (pembuat keris) dan kutukannya mengenai sang pemesan yang ternyata adalah sang raja kerajaan Singosari, Ken Arok.

Ambisi Ken Arok untuk membunuh Tunggl Ametung majkannya, akuwu (kepala pemerintahan) Tumapel, dan ingin memperistri Kendedes istri majikannya tersebut yang terkenal akan kecantikannya. Latar belakang

keris

pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa “barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia” hal inilah yang membuatnya ingin memiliki sebilah keris yang maha sakti, yang bisa membunuh musuhnya dalam sekali tusuk. Namun keinginan inipulalah yang akan membawa kutuk bagi anak keturunannya selama tujuh turunan.

Mpu Gandring adalah  sahabat dari ayah angkat Ken Arok, Bango Samparan. Cerita ini berawal, ketika Ken Arok memesan sebilah keris kepada Mpu Gandring seorang pandai besi yang berasal dari desa Lulumbang dan terkenal sangat sakti.  Ken Arok memesan sebilah keris yang bisa membunuh hanya dalam sekali tusuk. Maka, Bango Samparan pun memperkenalkannya kepada sang Mpu. Mpu sakti ini menyanggupinya, dan meminta diberikan waktu selama satu tahun dalam proses pembuatannya. Namun, tidak demikian dengan Ken Arok, dia berjanji akan datang lagi lima bulan kemudian.

Dan proses pembuatan keris itupun berlangsung. Dengan kesaktiannya, Mpu Gandring memberikan setengah dari kesaktiannya kedalam tubuh keris buatannya tersebut, agar menambah keampuhan dan wibawanya. Seperti janjinya, lima bulan kemudian, Ken Arok datang menemui sang Mpu. Namun, karena keris pesanannya baru setengah jadi, marahlah Ia, dengan alasan untuk menguji kesaktian keris tersebut, ditusukkannya keris itu ke tubuh sang Mpu. Meski belum sempurna, namun kekuatan dan kesaktian keris itu, mampu membelah lumpang batu. Dengan sisa nafas terakhir sebelum ajal, Mpu Gandring sempat mengucapkan kutukan, bahwa kelak keris tersebut akan merenggut nyawa tujuh keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri. Maka, tewaslah sang Mpu dengan senjata buatannya sendiri, dan meninggalkan kutukan untuk Ken Arok.

Di awali dengan kematian Tunggul Ametung yang dibunuh oleh Ken Arok, dan kematian rekan kerjanya Kebo Ijo oleh tangannya sendiri, juga dengan keris tersebut sebagai pengalihan kesalahan agar seolah-olah Kebo Ijolah yang telah membunug Tunggul Ametung, keris Mpu Gandring seolah benar-benar menepati janjinya membalaskan kematian sang Mpu. Setelah berhasil memperistri Kendedes yang saat itu tengah hamil anak dari Tunggul Ametung, Ken Arok  menggantikan jabatannya. Setelah dewasa, anak Tunggul Ametung, Anusapati, yang diangkat anak oleh Ken Arok mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes dan bertekat untuk menuntut balas. Anusapati akhirnya merancang pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan.

Ken Arok pun mati ditangan Anusapati, dan Ki Pengalasan, dibunuh oleh Anusapati untuk menghilangkan jejak. Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak lama. Karena Tohjaya, Putra Ken Arok dari Ken Umang akhirnya mengetahui kasus pembunuhan itu. Dan Tohjaya pun menuntut balas. Kembali pemerintahan berganti tangan, dan Tohjaya yang menggantikan jabatan Anusapati. Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya.


3 Responses to “Keris Mpu Gandring”


  1. 28 Februari 2010 pukul 11:59 AM

    Indah sekali kerisnya, rupanya suka keris ya! mari kita jaga keberadaannya!

    • 28 Februari 2010 pukul 11:30 PM

      wah, saya malah takut sama benda-benda pusaka yang begini. Takut ga bisa jaganya. hehehehehe…. tapi senang untuk emncari tau sejarahnya. thanks kunjungannya.

  2. 3 bernadetha ayu
    26 Maret 2010 pukul 1:24 PM

    lalu keberadaan keris yang konon sakti ini apakah ada yang mewariskan atau malah saat ini disimpan di musieum?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!