06
Feb
10

Menjelang Hari Raya Imlek 2561

Icon Imlek

Warga etnis Tionghoa memang patut merasa senang, karena mereka sudah tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk merayakan tahun baru Imlek seperti dulu jaman orde baru. Di bawah pemerintahan presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur, Alm) semua yang membatasi ketenangan beribadat dan berkeyakinan umat Konghucu, bisa terbebaskan. Dan pada tahun-tahun sesudahnya, perayaan hari raya Imlek sudah boleh diselenggarakan secara bebas. Dan hasilnya, kita bisa menikmati atraksi dari para pemain barongsai, tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi.

Perayaan Imlek tinggal menghitung hari, suasananya sudah terasa di mana-mana. Untuk warga keturunan tionghoa, hari-hari ini pastilah sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari raya ini. Di Pasar Astana Anyar Lama, Bandung misalnya, para pedagang yang menjual dupa, lampion, dan amplop merah untuk angpau, sudah sejak awal februari sudah mulai banyak di cari. Dan diperkirakan permintaan barang akan terus meningkat sampai satu minggu kedepan.

Lain Bandung, lain juga persiapan penyambutan hari raya imlek di Solo. Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Solo, Hendry Susanto, menyatakan pemasangan 1000 lampu lampion atau teng lung selain untuk memeriahkan perayaan Imlek, juga untuk memeriahkan Grebeg Sudiro yang akan dilaksanakan tanggal 17 Februari 2010 nanti. “Grebek ini diangkat sebagai simbolisasi bahwa perbedaan ini tidak disikapi dengan sesuatu yang ekstrim namun bisa disatukan menjadi sesuatu yang indah,” kata Hendry yang juga Ketua Klenteng Pasar Gede Solo.

Belum lagi acara yang diadakan di wahana Trans Studio Makasar yang sudah menyiapkan pawai lampion yang khusus didatangkan dari negeri Tiongkok.

Lampion Raksasa

Lampion raksasa seberat 3 kilogram berdiameter sekitar 1 meter itu akan diarak mengelilingi jalan-jalan yang ada di sekitar wahana.

Selain di Trans Studio, sejumlah pusat perdagangan dan mal di Makassar akan berhias memperingati Imlek. Lampion dan warna merah akan mendominasi tempat itu. Keramaian menyambut datangnya tahun Macan juga dilakukan di kampung pecinan di Jalan Jampea. Perayaan dipusatkan di sekitar gerbang menuju kawasan China Town itu.

Namun kemeriahan persiapan pesta perayaan, dan limpahan order serta omzet dari pernak pernik Imlek, tidak begitu dirasakan oleh pembuat kue keranjang di Kebumen, Jawa Tengah. Menurunnya pesanan dikarenakan naiknya bahan pokok yang juga memicu naiknya harga bahan pembuatan kue keranjang tersebut. Hal itu disebabkan harga kue keranjang naik dari Rp16.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.


0 Responses to “Menjelang Hari Raya Imlek 2561”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!