31
Jan
10

Perempuan Jawa

Wanita Jawa

Wanita, dalam konsep budaya Jawa berarti “Wani di Tata”. Hanya untuk di bentuk sebagai pribadi pengabdi yang bisa di tentukan/ di tata oleh sang suami. Kebaya, kain (Jarik), dan sanggul, berkulit sawo matang dengan wajah pribumi yang eksotis, lemah lembut dalam bertutur kata, mengalah, nrimo, dan mengabdi. Seperti itulah perempuan Jawa di gambarkan. Adanya batasan ruang gerak seorang wanita Jawa yang terikat norma adat membuat mereka menjadi kaum yang semakin lemah posisinya.

Dalam budaya Jawa, perempuan sejati adalah perempuan yang bisa mematuhi suami, menjadi pengurus rumah tangga, dan mampu melahirkan dan mendidik anak. Tugas wanita sudah di patern kan dengan orientasi yang hanya seputar dapur, kasur, dan sumur. Konsep swargo nunut neraka katut semakin mengukuhkan wanita dalam posisi yang lemah.

Seperti kutukan yang tak pernah bisa berakhir, mungkin seperti itulah rasa dan nalar saya, bila saya terlahir di masa itu. Atau mungkin menerimanya sebagai sistim alam yang bernamakan kodrat ? Entahlah, namun memang, wanita Jawa di tuntut untuk berperilaku “manis”. Hidup dan kehidupan mereka di tentukan laki-laki. Mereka hanya menjadi pelengkap laki-laki yang sudah beranjak dewasa. Menjadi hamba yang bisa di tuntut kesetiaannya tanpa boleh bersuara atau memprotes. Sebagai “pabrik” pembuat anak, dan tak jarang akan terhinakan bila tak mampu memberikan keturunan.

Memasak, biasanya di lakukan pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan bagi anggota keluarga yang lain. Untuk kemudian mencuci dan membersihkan rumah, menumbuk padi untuk mendapatkan beras biasanya di lakukan bersama-sama dengan perempuan-perempuan lain, seperti halnya mencuci yang biasanya mereka lakukan di sungai secara beramai-ramai. Riuh rendah canda tawa mereka, sembari membicarakan apa saja dan tentang apa saja. Mungkin itulah saat-saat mereka benar-benar bebas dari segala kekangan norma.

Anak perempuan tidak harus sekolah tinggi. Orang tua biasanya menganggap percuma saja menyekolahkan anak perempuan sampai jenjang yang lebih tinggi, karena tetap saja nantinya mereka hanya akan menjadi istri, dan Ibu yang berarti hanya akan berada di belakang suami. Hanya mengenal baca dan tulis sudahlah cukup bagi mereka.

Saat mereka menginjak usia 14/15 tahun, gadis-gadis di bawah umur ini haruslah segera di nikahkan. Umumnya, orang tua akan merasa malu bila anak gadisnya belum menikah di usia ini. Anak gadis akan di anggap tidak laku bila menikah di atas usia 14/15 tahun.

photo wanita jawa

Untuk ukuran putri seorang priyayi, atau orang berpengaruh, mungkin para anak gadisnya lebih beruntung. Karena mereka bisa bersekolah sampai dengan jenjang SMU. Dan untuk rakyat kebanyakan, maka para gadis harus bekerja membantu orang tuanya bekerja. Baik menjadi babu di rumah majikan si Ibu, memetik padi, atau membantu berjualan di pasar.

Namun, semua itu terjadi di masanya. Perempuan Jawa sekarang tidak lagi di haruskan menghamba, meski kodratnya adalah sebagai pemelihara, wanita Jawa sekarang mampu berekspresi, bekerja bersama dengan laki-laki, mengerjakan apa yang dulu hanya bisa di kerjakan laki-laki, ikut menopang ekonomi keluarga, mampu menjadi istri sekaligus Ibu bagi anak-anaknya, dan sahabat bagi sesamanya. Patutlah kita berterimakasih kepada RA. Kartini yang karena keberaniannya mengungkap kan keinginan hatinya untuk melihat kaumnya maju, kini kita bisa merasakan kebebasan sama dengan apa yang dulu hanya bisa di rasakan laki-laki tanpa mengesampingkan kodrat kita sebagai perempuan Jawa.


0 Responses to “Perempuan Jawa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!