21
Jan
10

Dien Tamaela

Siapa sebenarnya Dien Tamaela ? Tidak pernah di ketahui

Dien Tamaela

secara pasti di mana Chairil dan dien berkenalan. Mungkin saja di Yogyakarta, karena mereka sama-sama sering bolak-balik dari Jakarta ke Yogyakarta.

Dien tinggal bersama keluarga Tahya-Pattiradjawane saudara dari Ibunya, yang sering di panggil Tante Putih, di Yogyakarta. Keluarga ini mengelola sebuah pemondokan atau asrama pelajar (kos-kos-an kalau sekarang) dan Dien tinggal di situ selama dia berada di Yogyakarta.

Chairil sendiri dikenal sebagai pemuda petualang, tidur di mana saja, jarang mandi, jarang ganti baju, tukang begadang dan selalu kekurangan uang. Dengan penampilannya kumal, hal ini sangat kontras dengan Dien.

Chairil memang kemudian akrab dan jatuh cinta pada Dien. Tapi Chairil setiap kali harus mengurut dada. Sebab dia harus berhadapan dengan dua perempuan bermarga Pattiradjawane yakni Mien di Jakarta, dan Tante Putih di Yogyakarta.

Tiap kali Chairil bertamu, selalu kena semprotan kata-kata dari dua perempuan Pattiradjawane. Meskipun berkali-kali kena damprat, Chairil selalu saja muncul dengan penampilan dekilnya.

Cerita tentang tifa, pala, laut, sampan, pulau, datuk-datuk yang kemudian muncul dalam puisinya, sesungguhnya ekspresi kemarahan Chairil pada perempuan Pattiradjawane yang menjadi penghalang cintanya pada Dien. Chairil menangkap kisah-kisah tentang Maluku dari perempuan-perempuan itu.

Tahun 1947, Dien beberapa kali ke Yogyakarta. Waktu itu, puisi Cerita Buat Dien Tamaela sudah mulai menjadi buah bibir di Yogyakarta dan Jakarta. Chairil juga sering Yogyakarta.

Tapi menurut Dee, kakaknya itu seorang yang tidak banyak bicara sehingga tidak pernah bercerita sejauh mana hubungannya dengan Chairil. “Dien tidak pernah bercerita tentang Chairil,” kata Dee.

Dee menceritakan beberapa momen penting dalam hidup Dien. Meskipun mengakui Dien berkawan dengan Chairil Anwar, namun Dee memastikan bahwa kedua sejoli itu tidak sampai menikah.

Selain Dien tidak pernah mengutarakan niatnya menikah, Chairil juga tidak disukai keluarga Tamaela-Pattiradjawane. “Chairil itu menakutkan,” kata Dee.

“Matanya merah, orangnya kurus, rambut gondrong tidak sisir, mirip penjahat,” tambahnya lagi.

Dee mengaku hanya sekali berjumpa dengan Chairil pada sebuah toko buku di Jakarta. Waktu itu, ketika berada di toko buku bersama kawannya, tiba-tiba Chairil muncul di hadapan mereka.

“Dee, ini Chairil yang menulis puisi untuk kakakmu,” kata sahabatnya.

Dee menyalami Chairil. Itulah pertemuan pertama dan terakhir dengan Chairil sebab penyair itu pun akhirnya mati muda tahun 1949, setahun setelah berpulangnya Dien.

Walau begitu, Dee sangat menghargai karya Chairil Anwar. Di apartemennya, dia masih menyimpan salinan puisi Cerita Buat Dien Tamaela. Dia mengoleksi puisi tersebut dalam beberapa bahasa.

Puisi Cerita Buat Dien Tamaela dibuat Chairil Anwar sebagai pelampiasan kemarahan atas perasaannya pada Dien yang tak tersampaikan.


5 Responses to “Dien Tamaela”


  1. 21 Januari 2010 pukul 10:57 AM

    pertamaaaaaaaaaxz

  2. 21 Januari 2010 pukul 10:58 AM

    Mangstaaaaaaaaaaaaaaabbbss
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    • 23 Januari 2010 pukul 3:04 AM

      thanks bang kunjungannya…. mohon bantuannya, masih harus banyak belajar ni….:D

  3. 21 Januari 2010 pukul 5:07 PM

    add you own BACKLINK..

    and get your stat button.

    For Freeeeeeeeeeeee..!

    • 23 Januari 2010 pukul 3:08 AM

      thanks for the advice…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!