17
Jan
10

Menguak Misteri Babe

Menguak Misteri Babe
Orang Mulia dengan Kekejaman Tiada Tara

Deden Gunawan – detikNews


Jakarta – Hujan turun dan berhenti silih berganti di atas langit Pulogadung, Jakarta Timur. Bagi anak-anak jalanan di depan Pulogadung Trade Center (PTC), cuaca lebih sejuk bisa mengurangi rasa haus di kerongkongan. Beberapa terlihat asyik dengan sesamanya sambil memegang gitar kecil. Ketika angkutan umum melintas, hup! Mereka melompat naik untuk mengamen.

Namun, anak bernama Dikhy tidak berada di antara mereka. Bocah 14 tahun tersebut kini ditampung di sebuah yayasan di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Semua berubah sejak Baekuni alias Babe (49) dicokok petugas karena telah membunuh Ardiansyah, pekan lalu .

“Terakhir saya melihat Rabu, sehabis dia main Playstasion di lantai 2. Dia
bilang sekarang tinggal di yayasan yang terletak di Pondok Kopi. Itu sejak Babe ditangkap polisi,” ujar Agus, petugas keamanan PTC saat ditemui detikcom, Kamis (14/01/2010).

Bocah dengan gaya rambut ala penyanyi Kangen Band ini sehari-hari diketahui selalu menemani Babe berjualan rokok di samping gerbang depan PTC, Jalan Bekasi Raya, sejak 3 tahun lalu. Saking dekatnya Dikhy dengan Babe, para pedagang yang ada di sekitar PTC menyebut Dikhy sebagai ajudan Babe.

Soalnya, Babe selalu menyuruh bocah yang satu matanya juling tersebut untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Selain itu Dikhy, yang mengaku sebatang kara, setiap malam tidur di kontarakan Babe.

Meskipun sering membantu Babe, Dikhy punya aktivitas sendiri. Di luar kesibukannya membantu Babe, Dikhy selalu naik-turun kendaraan umum untuk
mengamen. Melalui Dikhylah, Babe banyak berkenalan dengan anak-anak pengamen yang sering beroperasi antara terminal bus Pulogadung sampai PTC.

Biasanya para bocah-bocah pengamen itu berkumpul di tempat asongan Babe saban sore atau selepas magrib. Mereka terlihat sering kongkow bersama. Bahkan sesekali mereka menginap di kontrakan Babe, di Jalan Masjid, Gang Sesama, persis di samping Terminal Pulogadung.

Orang-orang yang ada di sekitar PTC awalnya menganggap Babe sebagai orang yang mulia. Sebab, perhatian yang diberikan Babe terhadap anak-anak pengamen tersebut sangat besar. Betapa tidak, selain memberi tempat menginap, Babe juga sering memasak dan memandikan anak-anak itu.

“Zaman sekarang susah Mas, melihat orang yang peduli sama anak-anak jalanan selain dari yayasan,” ujar Agus yang mengaku saat bertugas sering ditawari rokok dan air mineral oleh Babe.

Bentuk kasih sayang yang ditunjukan Babeh terhadap anak-anak jalanan itu bukan hanya di kontrakan. Di tempat ia berdagang tidak jarang Babe meluangkan waktu mencukur rambut anak-anak jika terlihat sudah agak gondrong.

Biasanya Babe mencukur rambut anak-anak itu di bawah pohon angsana yang
letaknya hanya 2 meter di samping dagangannya itu. Para anak jalanan dengan tertib bergantian dicukur Babe.

Melihat perilaku Babe yang sangat sayang kepada anak-anak, para pedagang maupun petugas keamanan di PTC tidak ada yang beranggapan macam-macam. Apalagi anak-anak yang sering berkumpul bersama Babeh di depan PTC terlihat sangat nyaman bersama pria setengah baya itu.

Babeh memang dikenal selalu akrab dengan anak-anak jalanan yang sering mangkal di PTC. Tapi sikap itu tidak terjadi dengan orang-orang lainnya , misalnya dengan para pedagang yang berjualan di sekitar PTC. Bagi mereka, sosok Babe justru agak misterius dan tertutup. Para pedagang mengaku tidak tahu banyak soal kehidupan Babe, selain pria tersebut diketahui berasal dari Magelang, Jawa Tengah.

Enoh adalah pedagang bakso yang berjualan di seberang pusat perbelanjaan PTC. Meski Babe membeli bakso setiap sore di warungnya, tidak banyak yang dia ketahui soal Babe. “Dia sering ke sini makan bakso atau menyuruh anak-anak beli bakso di sini,” terang Enoh kepada detikcom.

Setiap kali saat mampir makan bakso, Babe tidak banyak bicara. Itu sebabnya Enoh tidak tahu banyak latar belakang Babe atau soal keluarganya. Enoh hanya tahu cara penyajian bakso yang disukai Babe, mie-nya agak banyak dan baksonya sedikit saja.

Namun kini semua misteri yang selama ini meliputi sosok Babe terbuka sudah.
Pria yang senang mengenakan pakaian hitam ini ternyata kerap menyodomi anak-anak jalanan di rumah kontrakannya. Bukan itu saja, berdasarkan pengakuan Babe di hadapan penyidik Polda Metro Jaya, ia mengaku telah membunuh setidaknya 7 anak jalanan. 4 korban di antaranya dimutilasi.

(ddg/fay)


0 Responses to “Menguak Misteri Babe”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!