17
Jan
10

Menguak Misteri Babe

Menguak Misteri Babe
Horor di Kamar Mandi Gang Buntu

Deden Gunawan – detikNews

Rumah Babe (Ramadhian/detikcom)
Jakarta – Empat kamar kontrakan di ujung gang sempit itu, kini sepi tak berpenghuni. Para pengontrak bergegas pindah, sejak Sabtu pekan lalu. Membayangkan ada bocah dipotong-potong oleh Baekuni alias Babe (49) di kamar mandi bersama di kontrakan mereka, siapa yang tidak merasa horor?

Pedagang rokok asongan yang sering mangkal di depan pusat perbelanjaan
Pulogadung Trade Center (PTC), Jumat (8/1/2010) lalu diketahui telah membunuh dan memutilasi bocah berusia 9 tahun bernama Ardiansyah. Pembunuhan itu dilakukan di kamar mandi yang digunakan para pengontrak di sana.

Kontrakan milik almarhum Ahmadi itu memang hanya memiliki satu kamar mandi yang berukuran 2×3 meter. Letak kamar mandi tersebut bersebelahan dengan kamar kontrakan Babe yang letaknya paling pojok.

“Para pengontrak sangat ketakutan karena pembunuhan itu. Apalagi dilakukan di kamar mandi yang biasa mereka lakukan,” jelas Ketua RT 06/02, Abdul Wahid saat ditemui detikcom, Kamis (14/01/2010).

Minggatnya para pengontrak dan ditangkapnya Babe oleh polisi membuat suasana kontrakan di Gang Sesama RT 06/02 itu sangat sunyi. Terlebih di waktu malam.

Padahal sebelum kejadian, di situ selalu ramai. Hampir setiap malam banyak anak-anak berusia sekitar 9-14 tahun menginap di kontrakan Babe. Bahkan kalau yang menginap sangat banyak, sebagian anak-anak jalanan itu terpaksa tidur di depan kontrakan Babe dengan hanya beralaskan kardus atau kertas koran.

Kamar kontrakan Babe memang luasnya tidak seberapa. Dari pantauan detikcom, kamar yang disewa Rp 200 ribu per bulan tersebut ukurannya hanya 2×2,5 meter. Sehingga jika banyak anak jalanan yang menginap di sana sebagian harus rela tidur di luar.

Selama ini warga Gang Sesama sudah mahfum jika hampir setiap malam kontrakan Babe selalu diinapi banyak anak-anak. “Kadang-kadang yang menginap sampai 10 orang,” ujar Anna, salah satu anak pemilik kontrakan.

Dari sekian banyak anak-anak yang dibawa Babe ke kontrakan, hanya Dikhy dan dan Ricki yang rutin menginap. Menurut pengakuan Babe kepada Anna, kedua bocah tersebut adalah anak angkatnya. Kedua bocah inilah yang suka menunggui kontrakan dan membantu Babe berjualan di PTC.

Anna menuturkan, meski sering anak-anak jalanan menginap di kontrakan Babe, warga tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Sebab anak-anak tersebut tidak pernah ribut apalagi membuat onar. Paling sesekali warga sempat memergoki Dikhy dan Ricki menghisap kaleng berisi lem di depan kontrakan.

Tertibnya anak-anak yang menginap di kontrakan Babe diduga lantaran pria asal Magelang tersebut sangat keras dalam mendisiplankan mereka. Babe melarang anak-anak itu bergaul atau bermain dengan warga setempat.

Pernah suatu ketika ada salah seorang anak bermain Playstasion hingga
pukul 23.00 WIB. Mengetahui hal itu, Babe yang baru pulang dari berdagang
langsung menjemputnya. Sesampai di kontrakan, anak tersebut dipukuli pakai
gayung berkali-kali.

Namun meski terkesan sangat keras terhadap anak-anak yang dianggap nakal, Babe lebih banyak menunjukan kasih sayangnya kepada mereka. Layaknya orang tua kandung, begitu pulang dari berdagang Babe langsung memasak dan menyuguhkannya kepada anak-anak jalanan itu. Bukan itu saja. Hampir setiap hari Babe juga memandikan serta menyisiri rambut anak-anak itu jika hendak pergi mengamen.

Karena tidak ada yang aneh dari perilaku Babeh, warga setempat tidak menaruh curiga apa-apa. “Sejak tinggal di sini kelakuannya biasa-biasa saja. Dia juga suka menyapa kalau berpapasan di jalan,” terang Anna.

Hanya saja, ada satu hal yang membuat warga selalu bertanya-tanya khususnya
perihal keluarga Babe. Soalnya, selama 2 tahun mengontrak, warga tidak ada yang tahu apakah Babe punya istri atau anak-anak. Sebab Babe tidak pernah membawa keluarganya. Tapi yang membuat warga heran, setiap bulan Babe pamit pulang kampung ke Magelang.

Pertanyaan lainnya yang menggelayut di benak warga, setiap ingin pulang kampung, Babe selalu mengenakan pakaian serba hitam serta memakai minyak misik yang wanginya menyengat. “Kesannya akan ada acara apa gitu,” timpal Wahyu, warga gang Sesama.

Belum juga pertanyaan warga terjawab. Babe kemudian membuat geger. Ia telah melakukan pembunuhan sekaligus mutilasi di kontrakan. Kekesalan warga semakin menjadi, begitu mengetahui selama ini Babeh sering menyodomi anak-anak yang dibawanya menginap.

“Gara-gara ulah Babeh daerah kami jadi tercemar. Ke depan kami akan memperketat lagi pengawasan terhadap warga yang tinggal di sini,” tegas Abdul Wahid sang Ketua RT setempat.
(ddg/fay)


0 Responses to “Menguak Misteri Babe”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!