11
Jan
10

Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan

Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan

DUNIA mengakui Candi Agung Borobudur yang terdapat di Kabupaten

perfect-buddha

Magelang – Jawa Tengah merupakan sebuah candi berbukit untuk

peningkatan kebajikan. Walaupun masih kalah menariknya dengan Bali. Karena Bali dasarnya adalah peninggalan budaya Hindu yang senantiasa dilestarikan, sedangkan Borobudur merupakan candi agung peninggalan Budaya beragama Buddha terbesar di dunia.

Prof.Dr.JG Casparis menyikapi sebuah prasasti abad ke sembilan tentang silsilah tiga raja Wangsa Syailendra, yaitu Raja Indra, putranya Samarotungga dan selanjutnya yaitu Pramodawardhani. Pada masa pemerintahan Raja Samarotungga, mulai dibangun candi yang bernama “Bhumi Sambhara Bhudara” dalam sanskerta yang di istilahkan sebagai Bukit Peningkatan Kebajikan, yakni setelah melampaui 10 tingkatan Bodhisattva.

Setelah rampung dibangun selama kurang lebih 150 tahun, Candi Agung Borobudur merupakan pusat ziarah termegah bagi penganut beragama Buddha sampai sekitar tahun 930 Masehi.
Candi Agung Borobudur adalah fakta sebagai Candi Buddha. Dalam lintasan sejarah perjalanannya. Kerajaan Mataram I (Kerajaan Mataram Purba) berdiri tahun 755-850 diperintah oleh Wangsa Syailendra, waktu itu era kejayaan dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik Demikian Agama Buddha menjadi salah satu pandangan hidupnya.

Selain Borobudur terdapat pula candi-candi Buddha seperti Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Kalasan, Candi Sari dan Candi Sewu. Lihat juga perjalanan sejarah Atisa Sriyana Dipamkara berada di India tahun 1012 pernah datang ke Swarnadwipa (Sumatera) untuk berguru dengan seorang MahaGuru Bhikkhu Agung Dharmakirti selama dua tahun. Guru ini sangat termasyur dan memiliki pengetahuan Buddha Dharma yang tiada batas. Atisa mempelajari sekaligus mempraktekan ajaran Bodhicitta, Pranidana dan Avatara.

Tahun 1983 hari ulang tahun yang ke seribu lahirnya Atisa telah diperingati dan dirayakan di seluruh India bahkan Bangladesh. Hal ni membuktikan betapa besarnya nama Atisa dalam perkembangan Agama Buddha di seluruh Asia dan Tibet. Sehingga PBB sangat menghargai Atisa, dihari ulang tahunnya yang ke seribu dipakai sebagai awal dimulainya pemugaran Candi Agung Borobudur oleh Unesco. Keagungan zaman keemasan kerajaan Mataram Purba tidak seluruhnya hanya merupakan mimpi masa lampau, namun keberadaan Candi Agung Borobudur adalah realitas hidup, yang telah diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia sebagai pusaka dunia yang tidak ternilai artistik mutu seninya.

Candi Agung Borobudur adalah merupakan Mandala Agung peninggalan Agama Buddha Mazhab Tantrayana yang sungguh luar biasa dan merupakan limpahan berkah karunia kepada umat Buddha masa kini.
-walubi.or.id-


1 Response to “Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan”


  1. 14 Januari 2010 pukul 1:22 AM

    hi,, salam kenal yah dr q.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!