10
Jan
10

Candi di Indonesia

Van Der Zee

Candi, adalah sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama Hindu-Buddha. Digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa.

Namun demikian, istilah ‘candi’ tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja. Banyak situs-situs purbakala lain dari masa Hindu-Buddha atau Klasik Indonesia, baik sebagai istana, pemandian/petirtaan, gapura, dan sebagainya, disebut dengan istilah candi. Candi juga berasal dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu Dewa kematian (Durga). Karenanya candi selalu dihubungkan dengan mnumen untuk memuliakan Raja yang meninggal.

Pembangunan candi dibuat berdasarkan beberapa ketentuan yang terdapat dalam suatu kitab Vastusastra atau Silpasastra yang dikerjakan oleh silpin yaitu seniman yang membuat candi (arsitek zaman dahulu). Salah satu bagian dari kitab Vastusastra adalah Manasara yang berasal dari India Selatan, yang tidak hanya berisi patokan-patokan membuat kuil beserta seluruh komponennya saja, melainkan juga arsitektur profan, bentuk kota, desa, benteng, penempatan kuil-kuil di kompleks kota/desa, dll. Beberapa ketentuan dari kitab selain Manasara namun sangat penting di Indonesia adalah syarat bahwa bangunan suci sebaiknya didirikan di dekat air, baik air sungai (terutama di dekat pertemuan 2 buah sungai, danau, laut, bahkan kalau tidak ada harus dibuat kolam buatan atau meletakkan sebuah jambangan berisi air di dekat pintu masuk bangunan suci tersebut. Selain di dekat air, tempat terbaik mendirikan sebuah candi yaitu di puncak bukit, di lereng gunung, di hutan, di lembah,dsb. Seperti kita ketahui, candi-candi pada umumnya didirikan di dekat sungai, bahkan candi Borobudur terletak di dekat pertemuan sungai Opak dan sungai Progo.

Candi sendiri di bagi menjadi beberapa sesuai dengan kegunaannya, antara lain adalah :

Candi Kerajaan,
yaitu yang digunakan oleh seluruh warga kerajaan. Contoh:

  • Candi Borobudur,
  • Candi Prambanan,
  • Candi Sewu,
  • Candi Plaosan (Jawa Tengah),
  • Candi Panataran di Jawa Timur.

Candi pribadi, yaitu candi yang digunakan untuk mendharmakan seorang tokoh. Contoh:

  • Candi Kidal (pendharmaan Anusapati,raja Singhasari),
  • Candi Jajaghu (Pendharmaan Wisnuwardhana,raja Singhasari),
  • Candi Ngrimbi (pendharmaan Tribuanatunggadewi, ibu Hayam Wuruk),
  • Candi Tegawangi (pendharmaan Bhre Matahun), dan
  • Candi  Surawana (pendharmaan Bhre Wengker).

Candi Wanua/watak,

yaitu candi yang digunakan oleh seluruh masyarakat pada daerah tertentu pada suatu kerajaan. Contoh:

  • candi yang berasal dari masa Majapahit,
  • Candi Sanggrahandi (Tulung Agung, Jawa Tengah),
  • Candi Gebang (Yogya),
  • Candi Pringapus (tulung Agung, Jawa Tengah).

Bahan-bahan untuk membuat candi:

* Batu kali (andesit)
* Batu putih, seperti di C.Ratu Boko, Jateng
* Batu bata kuno (keras, berbeda dengan bata pada saat ini)

Macam-macam denah candi:

* denah bujur sangkar
* denah persegi panjang
* denah lingkaran

-Wikipedia-


3 Responses to “Candi di Indonesia”


  1. 10 Januari 2010 pukul 4:20 PM

    salam,saya tertarik dengan kitab vastusastra ini.Bolehkah saya tahu apakah kitab ini sudah diterjemahkan atau dimana saya bisa mendapatak versi cetaknya ya?…terimakasih

  2. 10 Januari 2010 pukul 4:44 PM

    Mantabbb!!! Blognya.

    Visyt my blog untuk mendapatkan ”CARA MENDAPATKAN PULSA GRATIS”.

    • 10 Januari 2010 pukul 6:47 PM

      To : Rosa
      Dieng poros dunia: menguak jejak peta surga yang hilang
      Oleh Otto Sukatno Cr

      To ibnu
      masih banyak belajar ne…. mohon saran dan kritiknya ya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,752 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!