16
Mar
10

MATAHARI Part 01

Matahari

Matahari, seorang wanita yang sangat mencintai tari sebagai bagian hidupnya, dan membawanya kepuncak ketenaran, dan yang membawanya menjadi seorang spionase internasional. Nama aslinya sebelum dia dikenal dan terkenal sebagai MATAHARI adalah Geertruida Margaretha Zelle, nama Belanda yang diberikan orang tuanya, Adam Zelle dan Antje van der Meulen. HIdup dalam masa dimana para lelakinya senang memakai topi, membuat ayahnya menjadi pengusaha topi yang sukses. Sehingga, Adam Zelle mampu memberikan pendidikan yang terbaik padanya sampai dengan umur Margaretha 13 tahun. Pada tahun 1889 usaha Adam Zelle mengalami kebangkrutan, kehidupan keluarga ini tidak lagi sama, dan mengantarkan mereka ke gerbang perceraian bagi pasangan Adam Zelle dan Antje van Meulen. Dan pada tahun 1891, ibunya meninggal dunia. Terlahir sebagai anak perempuan tertua dari 4 bersaudara yang kesemuanya laki-laki, membuat Margaretha dipaksa untuk berfikir lebih dewasa sepeninggal ibundanya. Tepat dua tahun setelah kematian sang bunda, ayahnya menikah lagi dengan Susanna Catharina Hoove, sesaat setelah pernikahan kedua sang aMargaretha memilih untuk tidak tinggal bersama keluarga barunya, melainkan memilih tinggal bersama dengan ayah baptisnya, Heer Visser. Atas anjuran Heer Visser, ayah baptisnya, Margaretha belajar untuk menjadi seorang guru taman kanak-kanak. Segera setelah ia menyetujui saran sang ayah baptis, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan menuju Leyde, sekolah untuk calon guru yang dikelola oleh Wybrandus Haanstra Heer.
Lanjutkan membaca ‘MATAHARI Part 01’

18
Feb
10

Keris Mpu Gandring

Salah satu keris peninggalan/ warisan nenek moyang yang terkenal adalah Keris Mpu Gandring. Nama keris ini erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kerajaan Singosari di daerah Malang, Jawa Timur. Sejarah menceritakan bahwa keris ini telah di kutuk oleh sang mpu (pembuat keris) dan kutukannya mengenai sang pemesan yang ternyata adalah sang raja kerajaan Singosari, Ken Arok.
Lanjutkan membaca ‘Keris Mpu Gandring’

17
Feb
10

Keris

keris

Senjata tradisional yang lekat dengan karakter orang Jawa ini, selain digunakan sebagai senjata tikam, keris juga dianggap memiliki daya magis dan memiliki wibawa tersendiri. Bahkan orang Jawa jaman dahulu percaya, bahwa laki-laki bisa disebut sebagai laki-laki sejati apabila sudah memiliki lima hal, yaitu : sebuah keris pusaka; seekor kuda; burung peliharaan; seorang wanita dan sebuah rumah.
Lanjutkan membaca ‘Keris’

10
Feb
10

Babad

Wikipedia menuliskan, dalam bahasa Jawa, Babad berarti memotong atau menebang pohon, atau dalam pengertian luasnya adalah membuka lahan baru. Dalam sejarah Jawa, pembukaan suatu wilayah biasanya diawali dengan pembukaan suatu lahan atau hutan baru. Babad biasanya ditulis dengan sejenis teks dari Jawa dan Bali.

Di Indonesia, babad yang terkenal dan menarik perhatian para ahli sejarah adalah babad Tanah Jawi dan Babad Giyanti. Menurut ahli sejarah HJ de graaf, apa yang tertulis di Babad Tanah Jawi dapat dipercaya, khususnya cerita tentang peristiwa tahun 1600 sampai zaman Kartasura di abad 18. Demikian juga dengan peristiwa sejak tahun 1580 yang mengulas tentang kerajaan Pajang.

Babad Tanah Jawi adalah sebuah karya sastra berbentuk tembang yang ditulis oleh carik Braja atas perintah Sunan Paku Buwono III. Tulisan babad ini terpusat pada masa pemerintahan kerajaan Mataram dengan mencantumkan raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram pada pertengahan abad ke-18.

Sedang Babad Giyanti mengisahkan  tentang politik yang terjadi dipulau Jawa dan sejarah pembagian Jawa pada 13 Februari 1755.

08
Feb
10

Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Tugu

Salah satu peninggalan berupa prasasti ditemukan pada situs peninggalan kerajaan Tarumanegara (kerajaan Taruma). Kerajaan ini pernah menguasai wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Menurut artefak yang ditemukan, dapat diketahui bahwa kerajaan ini adalah kerajaan Hindu.
Lanjutkan membaca ‘Kerajaan Tarumanegara’

08
Feb
10

Prasasti

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa prasasti adalah sebuah dokemen yang ditulis pada material yang keras. Kata prasasti sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti adalah “pujian”. Prasasti atau kebanyakan orang menyebut batu bertulis ini, tidak semua dari isinya adalah pujian (untuk Seorang raja), Sebagian besar prasasti diketahui memuat keputusan mengenai penetapan sebuah desa atau daerah menjadi sima atau daerah perdikan. Sima adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan.
Lanjutkan membaca ‘Prasasti’

06
Feb
10

tradisi penulisan Indonesia

Tulisan didaun lontar

Tradisi penulisan Indonesia telah dikenal beberapa abad yang lalu. Saat media untuk menulis belum seperti yang digunakan hari ini. Nenek moyang kita telah menyadari betapa penting menuliskan “Diary” yang akan mereka tinggalkan sebagai warisan sejarah dan budaya untuk anak-cucunya kelak. Media yang digunakan, bukan pena dan kertas seperti yang biasa kita gunakan hari ini. Mereka menggoreskan sejarah perjalanan hidup, kelahiran dan kematian, cara hidup, dan runtuh serta berkembangnya suatu negara dengan media yang ada, seperti tulang, batu, daun (biasanya memakai daun lontar), atau gerabah. Bahkan didinding-dinding goa tempat mereka tinggal.
Lanjutkan membaca ‘tradisi penulisan Indonesia’




RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 54,347 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.