KabarIndonesia – Ruwatan atau ritual dalam tubuh manusia, bukanlah budaya yang identik dengan Islam, melainkan sudah menjadi budaya leluhur yang bisa digunakan untuk semua agama.

Karenanya, mengikuti ruwatan tidak hanya para pemeluk agama Islam tapi juga banyak dari penganut kepercayaan lain.

Penegasan ini disampaikan Ki Slamet Sugiatno, Ketua Penyelenggara Ruwatan massal yang digelar Pepadi DKI Jaya di Graha Lukisan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Ki Slamet, ruwatan itu adalah budaya leluhur yang tidak identik dengan Islam, namun perlu dilestarikan keberadaannya.
“Biasanya penyelenggaraanya bertepatan dengan malam Suro atau tahun baru Islam,” katanya pada Pewarta HOKI yang sedang berkunjung ke kantornya. (*)


0 Tanggapan ke “Ruwatan, Peristiwa Budaya yang harus dilestarikan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 45,709 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.