Pasti udah sering denger dong namanya. Di Indonesia, becak masih dijadikan sarana untuk mencari nafkah yang utama bagi sebagian orang. Meski begitu, setelah ada peraturan perundangan baru yang melarang becak berkeliaran bebas di jalan raya seperti di jakarta misalnya, membuat para tukang becak ini menjadi kehilangan mata pencahariannya.
Padahal, dari sanalah mereka mendapatkan nafkah untuk menghidupi keluarga. Ironisnya, di negara macam di Singapura misalnya, (becak di kenal dengan nama trishaw) mereka membolehkan becak beroperasi dengan tujuan pariwisata.
Bila di bandingkan dengan negara-negara maju yang lain, kehidupan tukang becak di Indonesia, jauh dari kata makmur. Ongkos yang tidak sebanding dengan tenaga yang di keluarkan, belum lagi kalo ada yang menawar, membuat para tukang becak ini hidup dalam keprihatinan. Meski tidak semuanya begitu tentunya. Banyak juga yang dari hasil menarik becak mampu menyekolahkan anak sampai jenjang universitas. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.
Untungnya, saya masih bisa menikmati naik becak di jogja dengan mudah, dan nyaman. Meski di banding ongkos naik taxi atau bus memang relatif mahal, tetapi sebanding dengan kepuasan dan kenyamanan saat berkeliling untuk sekedar cuci mata.
Semoga mereka masih bertahan di tengah bus, taxi, sepeda motor dan atau trans jogja….
Salam…

























0 Tanggapan ke “Becak”