<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HerItAge Image Planner</title>
	<atom:link href="http://etnikaos.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://etnikaos.wordpress.com</link>
	<description>Be there because we care...!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 07:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='etnikaos.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6a0672448593d6d38da1f2fc29afd036?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>HerItAge Image Planner</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://etnikaos.wordpress.com/osd.xml" title="HerItAge Image Planner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://etnikaos.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MATAHARI Part 01</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/03/16/matahari-part-01/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/03/16/matahari-part-01/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 07:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art in Space]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[Nama aslinya sebelum dia dikenal dan terkenal sebagai MATAHARI adalah Geertruida Margaretha Zelle, nama Belanda yang diberikan orang tuanya, Adam Zelle dan Antje van der Meulen. HIdup dalam masa dimana para lelakinya senang memakai topi, membuat ayahnya menjadi pengusaha topi yang sukses. Sehingga, Adam Zelle mampu memberikan pendidikan yang terbaik padanya sampai dengan umur Margaretha 13 tahun.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=861&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_862" class="wp-caption alignleft" style="width: 122px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/mata-hari-com-1905-1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-862" title="mata-hari.com-1905-1" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/mata-hari-com-1905-1.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150"></a><p class="wp-caption-text">Matahari</p></div>
<p>Matahari, seorang wanita yang sangat mencintai tari sebagai bagian hidupnya, dan membawanya kepuncak ketenaran, dan yang membawanya menjadi seorang spionase internasional. Nama aslinya sebelum dia dikenal dan terkenal sebagai MATAHARI adalah Geertruida Margaretha Zelle, nama Belanda yang diberikan orang tuanya, Adam Zelle dan Antje van der Meulen. HIdup dalam masa dimana para lelakinya senang memakai topi, membuat ayahnya menjadi pengusaha topi yang sukses. Sehingga, Adam Zelle mampu memberikan pendidikan yang terbaik padanya sampai dengan umur Margaretha 13 tahun. Pada tahun 1889 usaha Adam Zelle mengalami kebangkrutan, kehidupan keluarga ini tidak lagi sama, dan mengantarkan mereka ke gerbang perceraian bagi pasangan Adam Zelle dan Antje van Meulen. Dan pada tahun 1891, ibunya meninggal dunia. Terlahir sebagai anak perempuan tertua dari 4 bersaudara yang kesemuanya laki-laki, membuat Margaretha dipaksa untuk berfikir lebih dewasa sepeninggal ibundanya. Tepat dua tahun setelah kematian sang bunda, ayahnya menikah lagi dengan Susanna Catharina Hoove, sesaat setelah pernikahan kedua sang aMargaretha memilih untuk tidak tinggal bersama keluarga barunya, melainkan memilih tinggal bersama dengan ayah baptisnya, Heer Visser. Atas anjuran Heer Visser, ayah baptisnya, Margaretha belajar untuk menjadi seorang guru taman kanak-kanak. Segera setelah ia menyetujui saran sang ayah baptis, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan menuju Leyde, sekolah untuk calon guru yang dikelola oleh Wybrandus Haanstra Heer.<br />
<span id="more-861"></span><br />
Disekolah inilah, Margaretha mengawali petualangan cintanya dengan Wybrandus Haanstra Heer sang pemilik sekolah tersebut, yang juga sangat tergila-gila dengan Margaretha. Gadis kesepian ini berusaha menerima cinta sang pemilik sekolah meski usia mereka terpaut jauh, dan meski dengan setengah hati. Namun hubungan cinta mereka tidak semulus yang mereka kira. Kisah cinta mereka menyebar sebagai skandal antara guru dan murid. Seperti biasa, tudingan miring mengarah pada Margaretha, karena selalu perempuanlah yang mendapat cela bila sebuah skandal cinta terungkap. Kejadian ini membuat Margaretha harus keluar dari sekolah dengan tidak terhormat, dan berita memalukan ini sampai juga ketelingan ayah baptisnya Heer Visser, yang juga merasa sangat malu. Namun, Margaretha keluar dari sekolah dan asrama itu tidak untuk kembali kerumah ayah baptisnya, melainkan pergi menemui pamannya Heer Taconis, di kota Hague.</p>
<p>Di keluarga Taconis, Margaretha mendapat perlakuan yang baik meski di sana, ia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan diajarkan untuk mengurus rumah tangga. Margaretha berusaha agar ia menjadi berguna bagi keluarga paman yang</p>
<div id="attachment_864" class="wp-caption alignright" style="width: 122px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/rudolpf_and_norman_john1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-864" title="Rudolpf_and_Norman_John" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/rudolpf_and_norman_john1.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150"></a><p class="wp-caption-text">Rudolph dan Norman-John</p></div>
<p>telah berbaik hati menampungnya. Margaretha kecil, telah berusia 18 tahun saat itu, dan diusianya yang masih belia, Margaretha mulai berfikir untuk menikah. Tanpa di sengaja, sepulangnya dari berbelanja, matanya membaca sebuah iklan pencarian jodoh yang tertempel di tembok dan berbunyi : &#8221; Seorang perwira muda, yang baru saja selesai bertugas di HINDI BELANDA, mencari seorang gadis, untuk dinikahi &#8221; tanpa berfikir panjang, Margaretha segera pulang dan mengirimkan lamarannya, ke agen pencari jodoh tersebut, tak lama berselang, dialah yang terpilih dan menikah dengan Rudolph MacLeod yang saat itu berusia 38 tahun.</p>
<p>Pertunangan dan pernikahan yang singkat membuat banyak gosip bahwa Margaretha telah hamil terlebih dahulu, namun semua dasas desus tersebut sirna setelah Margaretha hamil dan melahirkan lebih dari setahun setelah usia pernikahan mereka. Mereka menikah pada 11 Juli 1895 dan M&#8217;greet melahirkan anak pertama mereka, Norman John, lebih dari satu tahun kemudian pada 30 Januari 1897.</p>
<p>Namun kebiasaan Rudolph Macleod yang suka mabuk, pulang larut malam, main perempuan dan berperangai kasar tidak juga berhenti bahkan ketika Margaretha mengandung anak pertama mereka. Dengan sabar Margaretha melakukan semua tugasnya sebagai istri dengan sebaik-baiknya meski tidak jarang perlakuan kasar dan pelecehan sering dilakukan oleh suaminya.</p>
<p>Suatu hari, Rudolph MacLeod memberitahu ibu baru ini, bahwa keluarga kecil mereka harus pindah karena dia akan ditempatkan di Jawa. Jauh dari kesan kecewa dan sedih oleh berita ini, M&#8217;greet senang dan menyambut dengan gembira perubahan suasana ini baginya dan bagi anaknya. Margareth begitu ingin melihat Jawa,karena selama ini ia hanya mendengar cerita-cerita tentang Pulau Jawa ini dari orang-orang saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/861/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=861&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/03/16/matahari-part-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/mata-hari-com-1905-1.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">mata-hari.com-1905-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/03/rudolpf_and_norman_john1.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Rudolpf_and_Norman_John</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keris Mpu Gandring</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/18/keris-mpu-gandring/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/18/keris-mpu-gandring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 15:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Keris dan sejarahnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Ambisi Ken Arok untuk membunuh Tunggl Ametung majkannya, akuwu (kepala pemerintahan) Tumapel, dan ingin memperistri Kendedes istri majikannya tersebut yang terkenal akan kecantikannya, membuatnya ingin memiliki sebilah keris yang maha sakti, yang bisa membunuh musuhnya dalam sekali tusuk. Namun keinginan inipulalah yang akan membawa kutuk bagi anak keturunannya selama tujuh turunan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=857&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu keris peninggalan/ warisan nenek moyang yang terkenal adalah Keris Mpu Gandring. Nama keris ini erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kerajaan Singosari di daerah Malang, Jawa Timur. Sejarah menceritakan bahwa keris ini telah di kutuk oleh sang mpu (pembuat keris) dan kutukannya mengenai sang pemesan yang ternyata adalah sang raja kerajaan Singosari, Ken Arok.<br />
<span id="more-857"></span><br />
Ambisi Ken Arok untuk membunuh Tunggl Ametung majkannya, akuwu (kepala pemerintahan) Tumapel, dan ingin memperistri Kendedes istri majikannya tersebut yang terkenal akan kecantikannya. Latar belakang</p>
<div id="attachment_858" class="wp-caption alignright" style="width: 125px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-858" title="keris" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris2.jpg?w=115&#038;h=150" alt="" width="115" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">keris</p></div>
<p>pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa &#8220;<em>barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia</em>&#8221; hal inilah yang membuatnya ingin memiliki sebilah keris yang maha sakti, yang bisa membunuh musuhnya dalam sekali tusuk. Namun keinginan inipulalah yang akan membawa kutuk bagi anak keturunannya selama tujuh turunan.</p>
<p>Mpu Gandring adalah  sahabat dari ayah angkat Ken Arok, Bango Samparan. Cerita ini berawal, ketika Ken Arok memesan sebilah keris kepada Mpu Gandring seorang pandai besi yang berasal dari desa Lulumbang dan terkenal sangat sakti.  Ken Arok memesan sebilah keris yang bisa membunuh hanya dalam sekali tusuk. Maka, Bango Samparan pun memperkenalkannya kepada sang Mpu. Mpu sakti ini menyanggupinya, dan meminta diberikan waktu selama satu tahun dalam proses pembuatannya. Namun, tidak demikian dengan Ken Arok, dia berjanji akan datang lagi lima bulan kemudian.</p>
<p>Dan proses pembuatan keris itupun berlangsung. Dengan kesaktiannya, Mpu Gandring memberikan setengah dari kesaktiannya kedalam tubuh keris buatannya tersebut, agar menambah keampuhan dan wibawanya. Seperti janjinya, lima bulan kemudian, Ken Arok datang menemui sang Mpu. Namun, karena keris pesanannya baru setengah jadi, marahlah Ia, dengan alasan untuk menguji kesaktian keris tersebut, ditusukkannya keris itu ke tubuh sang Mpu. Meski belum sempurna, namun kekuatan dan kesaktian keris itu, mampu membelah lumpang batu. Dengan sisa nafas terakhir sebelum ajal, Mpu Gandring sempat mengucapkan kutukan, bahwa kelak keris tersebut akan merenggut nyawa tujuh keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri. Maka, tewaslah sang Mpu dengan senjata buatannya sendiri, dan meninggalkan kutukan untuk Ken Arok.</p>
<p>Di awali dengan kematian Tunggul Ametung yang dibunuh oleh Ken Arok, dan kematian rekan kerjanya Kebo Ijo oleh tangannya sendiri, juga dengan keris tersebut sebagai pengalihan kesalahan agar seolah-olah Kebo Ijolah yang telah membunug Tunggul Ametung, keris Mpu Gandring seolah benar-benar menepati janjinya membalaskan kematian sang Mpu. Setelah berhasil memperistri Kendedes yang saat itu tengah hamil anak dari Tunggul Ametung, Ken Arok  menggantikan jabatannya. Setelah dewasa, anak Tunggul Ametung, Anusapati, yang diangkat anak oleh Ken Arok mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes dan bertekat untuk menuntut balas. Anusapati akhirnya merancang pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan.</p>
<p>Ken Arok pun mati ditangan Anusapati, dan Ki Pengalasan, dibunuh oleh Anusapati untuk menghilangkan jejak. Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak lama. Karena Tohjaya, Putra Ken Arok dari Ken Umang akhirnya mengetahui kasus pembunuhan itu. Dan Tohjaya pun menuntut balas. Kembali pemerintahan berganti tangan, dan Tohjaya yang menggantikan jabatan Anusapati. Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/857/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=857&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/18/keris-mpu-gandring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris2.jpg?w=115" medium="image">
			<media:title type="html">keris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keris</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/17/keris/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/17/keris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 15:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[Senjata Tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Senjata tradisional yang lekat dengan karakter orang Jawa ini, selain digunakan sebagai senjata tikam, keris juga dianggap memiliki daya magis dan memiliki wibawa tersendiri. Bahkan orang Jawa jaman dahulu percaya, bahwa laki-laki bisa disebut sebagai laki-laki sejati apabila sudah memiliki lima hal, yaitu :sebuah keris pusaka; seekor kuda; burung peliharaan; seorang wanita dan sebuah rumah.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=850&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_852" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-852" title="keris" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris1.jpg?w=150&#038;h=140" alt="" width="150" height="140" /></a><p class="wp-caption-text">keris</p></div>
<p>Senjata tradisional yang lekat dengan karakter orang Jawa ini, selain digunakan sebagai senjata tikam, keris juga dianggap memiliki daya magis dan memiliki wibawa tersendiri. Bahkan orang Jawa jaman dahulu percaya, bahwa laki-laki bisa disebut sebagai laki-laki sejati apabila sudah memiliki lima hal, yaitu : sebuah keris pusaka; seekor kuda; burung peliharaan; seorang wanita dan sebuah rumah.<br />
<span id="more-850"></span><br />
Jadi, bagi orang Jawa sendiri, keris biasanya telah dimiliki oleh nenek moyang mereka, dan diwariskan secara turun temurun kepada anak-cucu. Sehingga Keris dalam kultur budaya jawa tidak hanya digunakan sebagai senjata semata tetapi juga sebagai simbol dan status bagi pemiliknya. Dikalangan keluarga bangsawan Jawa, bisa dipastikan mereka mempunyai keris warisan turun temurun yang dipercaya memiliki keampuhan, daya magis, dan wibawa yang khas sendiri-sendiri. Sehingga setiap keluarga yang memiliki keris pusaka ini biasanya harus melakukan ritual memandikan pusaka yang biasanya dilakukan setahun sekali. Cara dan ritual memandikan pusaka ini tergantung dari tata cara ritual keluarga dan jenis kerisnya. Namun meski biasanya pemilik mendapatkannya dari warisan nenek-moyang mereka, tidak setiap individu &#8220;berjodoh&#8221; dengan keris pusaka tersebut. Mereka percaya bahwa keris juga memilih sendiri tuannya. Dan ada sebagian orang yang mendapatkannya dengan cara melakukan ritual-ritual tertentu agar bisa memperolehnya. Ada juga yang mendapatkannya dengan cara membelinya, untuk yang satu ini biasanya dijadikan sebagai benda koleksi yang memiliki nilai tinggi.</p>
<p>Namun meski erat hubungannya dengan budaya jawa, bukan berarti menjadi milik orang jawa sendiri, karena ternyata jenis senjata tikam ini juga ditemukan di daerah-daerah dan negara lain, tergantung dari jenis dan motifnya yang memiliki ciri khas sendiri pada tiap daerah.</p>
<p>Menurut Wikipedia, Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Indonesia (terutama di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan,</p>
<div id="attachment_855" class="wp-caption alignright" style="width: 251px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/blangkon-jawa12.jpg"><img class="size-medium wp-image-855" title="Keris bagi orang Jawa" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/blangkon-jawa12.jpg?w=241&#038;h=300" alt="" width="241" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Keris bagi orang Jawa</p></div>
<p>serta sebagian Sulawesi), Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina (khususnya di daerah Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam. Dari mana asal keris bisa diketahui juga dari pegangan keris itu sendiri. Untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia. Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu. Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari <em>sirah wingking</em> ( kepala bagian belakang ) , <em>jiling, cigir, cetek, bathuk</em> (kepala bagian depan) ,<em>weteng</em> dan <em>bungkul</em>.</p>
<p>Keris juga dapat dibedakan dari cara penggunaannya. Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan. Selain keris, masih terdapat sejumlah senjata tikam lain di wilayah Nusantara, seperti rencong dari Aceh, badik dari Sulawesi serta kujang dari Jawa Barat. Keris dibedakan dari senjata tikam lain terutama dari bilahnya. Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa pamor pada bilahnya.</p>
<p>Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/850/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=850&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/17/keris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/keris1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">keris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/blangkon-jawa12.jpg?w=241" medium="image">
			<media:title type="html">Keris bagi orang Jawa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Babad</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/10/babad/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/10/babad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 16:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi penulisan Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bahasa Jawa, Babad berarti memotong atau menebang pohon, atau dalam pengertian luasnya adalah membuka lahan baru. Dalam sejarah Jawa, pembukaan suatu wilayah biasanya diawali dengan pembukaan suatu lahan atau hutan baru.

Di Indonesia, salah satu babad yang terkenal dan menarik perhatian para ahli sejarah adalah babad Tanah Jawi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=841&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wikipedia menuliskan, dalam bahasa Jawa, Babad berarti memotong atau menebang pohon, atau dalam pengertian luasnya adalah membuka lahan baru. Dalam sejarah Jawa, pembukaan suatu wilayah biasanya diawali dengan pembukaan suatu lahan atau hutan baru. Babad biasanya ditulis dengan sejenis teks dari Jawa dan Bali.</p>
<p>Di Indonesia, babad yang terkenal dan menarik perhatian para ahli sejarah adalah babad Tanah Jawi dan Babad Giyanti. Menurut ahli sejarah HJ de<a href="http://www.loc.gov/exhibits/world/societal.html"><img class="alignright size-medium wp-image-844" title="Babad Tanah Jawi" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/babad-tanah-jawi1.jpg?w=196&#038;h=300" alt="" width="196" height="300" /></a> graaf, apa yang tertulis di Babad Tanah Jawi dapat dipercaya, khususnya cerita tentang peristiwa tahun 1600 sampai zaman Kartasura di abad 18. Demikian juga dengan peristiwa sejak tahun 1580 yang mengulas tentang kerajaan Pajang.</p>
<p>Babad Tanah Jawi adalah sebuah karya sastra berbentuk tembang yang ditulis oleh carik Braja atas perintah Sunan Paku Buwono III. Tulisan babad ini terpusat pada masa pemerintahan kerajaan Mataram dengan mencantumkan raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram pada pertengahan abad ke-18.</p>
<p>Sedang Babad Giyanti mengisahkan  tentang politik yang terjadi dipulau Jawa dan sejarah pembagian Jawa pada 13 Februari 1755.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=841&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/10/babad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/babad-tanah-jawi1.jpg?w=196" medium="image">
			<media:title type="html">Babad Tanah Jawi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerajaan Tarumanegara</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/kerajaan-tarumanegara/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/kerajaan-tarumanegara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi penulisan Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=832&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_836" class="wp-caption alignleft" style="width: 122px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/450px-prasasti_tugu.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-836" title="450px-Prasasti_tugu" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/450px-prasasti_tugu.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Tugu</p></div>
<p>Salah satu peninggalan berupa prasasti ditemukan pada situs peninggalan kerajaan Tarumanegara (kerajaan Taruma). Kerajaan ini pernah menguasai wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Menurut artefak yang ditemukan, dapat diketahui bahwa kerajaan ini adalah kerajaan Hindu.<br />
<span id="more-832"></span><br />
Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati</p>
<div id="attachment_834" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/prasastikebonkopi1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-834" title="prasastikebonkopi" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/prasastikebonkopi1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Kebon Kopi</p></div>
<p>dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.</p>
<p>Peninggalan kerajaan Taruma yang terkenal adalah 7 buah yupa. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M.</p>
<p>Prasasti yang ditemukan</p>
<div id="attachment_835" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu_ciateureun.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-835" title="batu_ciateureun" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu_ciateureun.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Ciateureun</p></div>
<ul>
<li> Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor</li>
<li> Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.</li>
<li> Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.</li>
<li> Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor</li>
<li> Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor</li>
<li> Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor</li>
<li> Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor</li>
</ul>
<p>Prasasti-prasati yang diketemukan ini menggunakan aksara sunda kuno.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=832&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/kerajaan-tarumanegara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/450px-prasasti_tugu.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">450px-Prasasti_tugu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/prasastikebonkopi1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">prasastikebonkopi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu_ciateureun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">batu_ciateureun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prasasti</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/prasasti/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/prasasti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 04:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Penulisan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Prasasti menjadi sumber terpenting bagi sebuah penelitian karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa, berikut tanggal dan nama-nama, dan juga menerangkan mengapa dan untuk apa sebuah prasasti di buat pada saat itu.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=825&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa prasasti adalah sebuah dokemen yang ditulis pada material yang keras. Kata prasasti sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti adalah &#8220;pujian&#8221;. Prasasti atau kebanyakan orang menyebut batu bertulis ini, tidak semua dari isinya adalah pujian (untuk Seorang raja), Sebagian besar prasasti diketahui memuat keputusan mengenai penetapan sebuah desa atau daerah menjadi sima atau daerah perdikan. Sima adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan.<br />
<span id="more-825"></span></p>
<p>Isi prasasti lainnya berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata (disebut prasasti jayapatra atau jayasong), sebagai tanda kemenangan (jayacikna), tentang utang-piutang (sudhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah. Prasasti tentang kutukan atau sumpah hampir semuanya ditulis pada masa kerajaan Sriwijaya. Serta ada pula prasasti yang berisi tentang genealogi raja atau asal usul suatu tokoh.</p>
<p>Sejarah mencatat bahwa prasasti tertua saat ini adalah yupa yang berasal dari kerajaan Kutai, dari abad ke-5 Masehi. Bahasa yang digunakan adalah <a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu3.png"><img class="alignright size-medium wp-image-829" title="Batu" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu3.png?w=153&#038;h=300" alt="" width="153" height="300" /></a>bahasa sansekerta, sedang huruf yang digunakan adalah huruf pallawa. Namun menurut penelitian, ternyata budaya menulis prasasti ini semakin banyak digunakan pada sekitar abad ke-8 hingga ke-14 dengan tulisan yang sudah beragam. Huruf yang digunakan tidak hanya huruf  Pallawa saja, tetapi mereka juga menggunakan huruf seperti  Prenagari, Sansekerta, Jawa Kuna, Melayu Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna. Bahasa yang digunakan juga bervariasi dan umumnya adalah bahasa Sansekerta, Jawa Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna.</p>
<p>Pada jaman kerajaan Islam misalnya, prasasti yang diketemukan, adalah prasasti dengan  menggunakan aksara dan bahasa Arab ataupun aksara Arab namun berbahasa Melayu aksara Pegon. Sebagian besar prasasti terdapat pada lempengan-lempengan tembaga bersurat, makam, masjid, hiasan dinding, baik di masjid maupun dirumah para bangsawan, pada cincin cap dan cap kerajaan, mata uang, meriam, dll. Prasasti beraksara dan berbahasa Cina juga dikenal di Indonesia yang tersebar antara masa Klasik sampai masa Islam. Prasasti tersebut terdapat pada mata uang, benda-benda porselin, gong perunggu dan batu-batu kubur yang biasanya terbuat dari batuan pualam.</p>
<p>Prasasti menjadi sumber terpenting bagi sebuah penelitian karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa, berikut tanggal dan nama-nama, dan juga menerangkan mengapa dan untuk apa sebuah prasasti di buat pada saat itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/825/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=825&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/08/prasasti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/batu3.png?w=153" medium="image">
			<media:title type="html">Batu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tradisi penulisan Indonesia</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/tradisi-penulisan-indonesia/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/tradisi-penulisan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 09:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi penulisan Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[media untuk menulis belum seperti yang digunakan hari ini. Nenek moyang kita telah menyadari betapa penting menuliskan "Diary" yang akan mereka tinggalkan sebagai warisan sejarah dan budaya untuk anak-cucunya kelak. Sebelum mengenal tulisan, mereka memilih gambar untuk memvisualkan aktifitas dan menceritakan sejarah dan cara mereka hidup dan mati.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=816&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_817" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/1_1__25_.jpg"><img class="size-medium wp-image-817" title="Tulisan didaun lontar" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/1_1__25_.jpg?w=300&#038;h=101" alt="" width="300" height="101" /></a><p class="wp-caption-text">Tulisan didaun lontar</p></div>
<p>Tradisi penulisan Indonesia telah dikenal beberapa abad yang lalu. Saat media untuk menulis belum seperti yang digunakan hari ini. Nenek moyang kita telah menyadari betapa penting menuliskan &#8220;Diary&#8221; yang akan mereka tinggalkan sebagai warisan sejarah dan budaya untuk anak-cucunya kelak. Media yang digunakan, bukan pena dan kertas seperti yang biasa kita gunakan hari ini. Mereka menggoreskan sejarah perjalanan hidup, kelahiran dan kematian, cara hidup, dan runtuh serta berkembangnya suatu negara dengan media yang ada, seperti tulang, batu, daun (biasanya memakai daun lontar), atau gerabah. Bahkan didinding-dinding goa tempat mereka tinggal.<br />
<span id="more-816"></span><br />
Mungkin ini sebagian bukti bahwa para leluhur kita entah dimanapun diseluruh bumi ini, telah mengenal design graphis pada masanya. Kita bisa melihatnya dari bukti-bukti peninggalan sejarah itu sendiri. Sebelum mengenal tulisan, mereka memilih gambar untuk memvisualkan aktifitas dan menceritakan sejarah dan cara mereka hidup dan mati. Mereka juga mencipta aneka ragam benda untuk keperluan sehari-hari seperti pisau, tombak, bahkan alat makan dan minum dan juga makam.</p>
<p>Betapa sangat membanggakan menelusuri jaman prasejarah modern yang tertinggal,  mempelajari cara mereka hidup, dan menjaga peninggalan-peninggalan berharga itu.</p>
<p>Tulisan pada jaman dulu, menggunakan batu dan daun lontar sebagai materialnya. Banyak situs pra sejarah yang ditemukan yang memberikan <a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/yupa1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-819" title="Yupa" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/yupa1.jpg?w=655" alt=""   /></a>bukti-bukti tersebut.  Yang nyata dan pasti sudah pernah melihat adalah pahatan gambar didinding candi. Dinding-dinding candi ini mampu bercerita tentang sejarah awal berdirinya suatu kerajaan, hingga gugurnya seorang raja.</p>
<p>Belum lagi prasasti-prasasti yang berbentuk batu (Yupa) yang ditemukan di Kutai Martadipura sebagai bukti kebesaran Kerajaan Kutai pada masa pemerintahan Mulawarman. Prasasti itu berlukiskan huruf pallawa, yang menurut bentuk dan jenisnya berasal dari seketar tahun 400 Masehi. Bahasanya memakai bahasa sanskerta, dan tersusun dalam bentuk syair.</p>
<div id="attachment_823" class="wp-caption alignleft" style="width: 157px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/589px-prasasti-yupa02-kutai-martadipura1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-823" title="589px-Prasasti-Yupa02 kutai martadipura" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/589px-prasasti-yupa02-kutai-martadipura1.jpg?w=147&#038;h=150" alt="" width="147" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Yupa Kutai Martadipura</p></div>
<p>Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana di dalam tanah yang suci bernama       Waprakeswara. Kutai sendiri merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara dan Asia Tenggara.</p>
<p>Runtuhnya kerajaan ini,  dikarenakan tewasnya sang raja, Maharaja Dharma Setia, dalam pertempuran melawan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/816/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=816&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/tradisi-penulisan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/1_1__25_.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tulisan didaun lontar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/yupa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yupa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/589px-prasasti-yupa02-kutai-martadipura1.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">589px-Prasasti-Yupa02 kutai martadipura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Hari Raya Imlek 2561</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/menjelang-hari-raya-imlek-2561/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/menjelang-hari-raya-imlek-2561/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 17:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi- Berita Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Warga etnis Tionghoa memang patut merasa senang, karena mereka sudah tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk merayakan tahun baru Imlek seperti dulu jaman orde baru. Di bawah pemerintahan presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur, Alm) semua yang membatasi ketenangan beribadat dan berkeyakinan umat Konghucu, bisa terbebaskan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=811&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_814" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/m_imlek.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-814" title="m_imlek" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/m_imlek.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Icon Imlek</p></div>
<p>Warga etnis Tionghoa memang patut merasa senang, karena mereka sudah tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk merayakan tahun baru Imlek seperti dulu jaman orde baru. Di bawah pemerintahan presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur, Alm) semua yang membatasi ketenangan beribadat dan berkeyakinan umat Konghucu, bisa terbebaskan. Dan pada tahun-tahun sesudahnya, perayaan hari raya Imlek sudah boleh diselenggarakan secara bebas. Dan hasilnya, kita bisa menikmati atraksi dari para pemain barongsai, tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi.<br />
<span id="more-811"></span><br />
Perayaan Imlek tinggal menghitung hari, suasananya sudah terasa di mana-mana. Untuk warga keturunan tionghoa, hari-hari ini pastilah sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari raya ini. Di Pasar Astana Anyar Lama, Bandung misalnya, para pedagang yang menjual dupa, lampion, dan amplop merah untuk angpau, sudah sejak awal februari sudah mulai banyak di cari. Dan diperkirakan permintaan barang akan terus meningkat sampai satu minggu kedepan.</p>
<p>Lain Bandung, lain juga persiapan penyambutan hari raya imlek di Solo. Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Solo, Hendry Susanto, menyatakan pemasangan 1000 lampu lampion atau teng lung selain untuk memeriahkan perayaan Imlek, juga untuk memeriahkan Grebeg Sudiro yang akan dilaksanakan tanggal 17 Februari 2010 nanti. &#8220;Grebek ini diangkat sebagai simbolisasi bahwa perbedaan ini tidak disikapi dengan sesuatu yang ekstrim namun bisa disatukan menjadi sesuatu yang indah,&#8221; kata Hendry yang juga Ketua Klenteng Pasar Gede Solo.</p>
<p>Belum lagi acara yang diadakan di wahana Trans Studio Makasar yang sudah menyiapkan pawai lampion yang khusus didatangkan dari negeri Tiongkok.</p>
<div id="attachment_813" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/image-tempointeraktif-com.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-813" title="image.tempointeraktif.com" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/image-tempointeraktif-com.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a><p class="wp-caption-text">Lampion Raksasa</p></div>
<p>Lampion raksasa seberat 3 kilogram berdiameter sekitar 1 meter itu akan diarak mengelilingi jalan-jalan yang ada di sekitar wahana.</p>
<p>Selain di Trans Studio, sejumlah pusat perdagangan dan mal di Makassar akan berhias memperingati Imlek. Lampion dan warna merah akan mendominasi tempat itu. Keramaian menyambut datangnya tahun Macan juga dilakukan di kampung pecinan di Jalan Jampea. Perayaan dipusatkan di sekitar gerbang menuju kawasan China Town itu.</p>
<p><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kue-keranjang-kabarindonesia-com.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-812" title="pembuatan kue keranjang" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kue-keranjang-kabarindonesia-com.jpg?w=150&#038;h=144" alt="" width="150" height="144" /></a>Namun kemeriahan persiapan pesta perayaan, dan limpahan order serta omzet dari pernak pernik Imlek, tidak begitu dirasakan oleh pembuat kue keranjang di Kebumen, Jawa Tengah. Menurunnya pesanan dikarenakan naiknya bahan pokok yang juga memicu naiknya harga bahan pembuatan kue keranjang tersebut. Hal itu disebabkan harga kue keranjang naik dari Rp16.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/811/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=811&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/06/menjelang-hari-raya-imlek-2561/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/m_imlek.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">m_imlek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/image-tempointeraktif-com.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">image.tempointeraktif.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kue-keranjang-kabarindonesia-com.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pembuatan kue keranjang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keraton Yogyakarta</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/05/keraton-yogyakarta/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/05/keraton-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[Bangunan yang sakral dan sangat Istimewa bagi rakyat Yogyakarta ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I. Konon, ada yang mengatakan bahwa bangunan Keraton ini, sebelumnya adalah sebuah pesanggrahan bernama Garjitawati yang digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=806&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunan yang sakral dan sangat Istimewa bagi rakyat Yogyakarta ini <a href="Creative Commons Attribution-Share Alike 2.5 Generic"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-808" title="411px-Jogja.kraton" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/411px-jogja-kraton.jpg?w=102&#038;h=150" alt="" width="102" height="150" /></a>didirikan oleh<a title="Pangeran Mangkubumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Mangkubumi"> </a>Sultan Hamengku Buwono I. Konon, ada yang mengatakan bahwa bangunan Keraton ini, sebelumnya adalah sebuah pesanggrahan bernama <em>Garjitawati</em> yang digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa lokasi kraton awalnya adalah sebuah mata air (Umbul Pacethokan).<br />
<span id="more-806"></span><br />
Bangunan ini memiliki 7 kompleks utama yaitu:</p>
<ul>
<li>
<div id="attachment_807" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/stihinggil.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-807" title="Sitihinggil" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/stihinggil.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Tangkil di Siti Hinggil</p></div>
<p>Siti Hinggil Ler (Balairung Utara),digunakan untuk menggelar upacara-upacara resmi kerajaan. Ditengah bangunan ada sebuah bangunan bernama <em>Bangsal Manguntur Tangkil</em> didalam sebuah halaman luas dan terbuka yang bernama <em>Tratag Sithinggil</em>. Bangunan ini diperuntukkan bagi singgasana Sultan pada saat acara-acara resmi kerajaan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara),di tengah bangunan ini terdapat sebuah bangunan utama bernama <em>Bnagsal Ponconiti</em>. Bangsal ini dahulu digunakan untuk mengadili perkara berat dengan ancaman hukuman  mati dimana Sultan sendiri yang memimpim pengadilan. Ada juga yang menyebutkan, bangsal ini digunakan untuk mengadili perkara yang berhubungan dengan keluarga kerajaan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Srimanganti, dahulu digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu-tamu penting kerajaan. Sekarang di lokasi ini ditempatkan beberapa pusaka keraton yang berupa alat musik gamelan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kedhaton,merupakan inti dari Keraton seluruhnya. Dibagi menjadi 3 bagian halaman yaitu <em>Pelataran Kedhaton</em> dan merupakan bagian Sultan. Bagian selanjutnya adalah <em>Keputren</em> yang merupakan bagian istri (para istri) dan para puteri Sultan. Bagian terakhir adalah <em>Kesatriyan</em>, merupakan bagian putra-putra Sultan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kamagangan, <em>Regol Kamagangan</em> yang menghubungkan kompleks Kedhaton dengan kompleks Kemagangan. Gerbang ini begitu penting karena di dinding penyekat sebelah utara terdapat patung dua ekor ular yang menggambarkan tahun berdirinya Keraton Yogyakarta.  Di sisi selatannya pun terdapat dua ekor ular di kanan dan kiri gerbang yang menggambarkan tahun yang sama. Dahulu kompleks Kemagangan digunakan untuk penerimaan calon pegawai (<em>abdi-Dalem Magang</em>), tempat berlatih dan ujian serta apel kesetiaan para abdi-Dalem magang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), Di kompleks Kamandhungan Kidul terdapat bangunan utama <em>Bangsal Kamandhungan</em>. Bangsal ini konon berasal dari pendapa desa <em>Pandak Karang Nangka</em> di daerah <em>Sokawati</em> yang pernah menjadi tempat Sri Sultan Hamengkubuwono I bermarkas saat perang tahta III.</li>
</ul>
<ul>
<li> Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan) sekarang dikenal dengan <em>Sasana Hinggil Dwi Abad, </em>digunakan pada zaman dulu oleh Sultan untuk <a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kraton.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-809" title="kraton" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kraton.gif?w=150&#038;h=101" alt="" width="150" height="101" /></a>menyaksikan para prajurit keraton yang sedang melakukan gladi bersih upacara Garebeg, tempat menyaksikan adu manusia dengan macan (<em>rampogan</em>) dan untuk berlatih prajurit perempuan, <em>Langen Kusumo</em>. Tempat ini pula menjadi awal prosesi perjalanan panjang upacara pemakaman Sultan yang mangkat ke Imogiri. Sekarang, Siti Hinggil Kidul digunakan untuk mempergelarkan seni pertunjukan untuk umum khususnya wayang kulit, pameran, dan sebagainya.</li>
</ul>
<p>Dan masih banyak tempat-tempat yang menarik dan mempunyai sejarah dalam kompleks keraton ini. Jika ingin berkunjung kedalam keraton, disana biasanya ada yang akan menjadi guide bagi kita dan menjelaskan kegunaan tempat-tempat tersebut. Meski tidak semua ruangan boleh untuk dikunjungi, tetapi bisa masuk dan melihat kebesaran raja-raja terdahulu adalah sesuatu yang luarbiasa bagi saya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/806/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=806&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/05/keraton-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/411px-jogja-kraton.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">411px-Jogja.kraton</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/stihinggil.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sitihinggil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kraton.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kraton</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upacara menyambut kelahiran</title>
		<link>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/04/upacara-menyambut-kelahiran/</link>
		<comments>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/04/upacara-menyambut-kelahiran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 11:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heritagetnikaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[art, heritage, culture]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara menyambut kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Pernikahan Adat Jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://etnikaos.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Wah, banyak ragam kebudayaan Jawa yang bisa di pelajari ya. Untuk upacara adat untuk menyambut kelahiran ini kemungkinan sudah tidak begitu di perhatikan, tekhnologi, dan kecanggihan alat medis, serta bertambahnya pengetahuan masyarakat pada umumnya, membuat sebagian orang sudah tidak lagi menggunakan upacara ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=752&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, banyak ragam kebudayaan Jawa yang bisa di pelajari ya. Untuk upacara adat untuk menyambut kelahiran ini kemungkinan sudah tidak begitu di perhatikan, tekhnologi, dan kecanggihan alat medis, serta bertambahnya pengetahuan masyarakat pada umumnya, membuat sebagian orang sudah tidak lagi menggunakan upacara ini. Mereka lebih mempercayai penanganan medis dan senam kehamilan. Tetapi, bagi orang Jawa sendiri, meski ke-kinian sudah menyeruak, mereka tetap peduli dan menganggap penting arti upacara ini.<br />
<span id="more-752"></span><br />
<strong>Mitoni</strong><br />
Saat kandungan seorang calon Ibu menginjak 7 bulan, maka bagi orang Jawa, sudah menjadi keharusan untuk melaksanakan upacara Mitoni ini. Tujuannya adalah untuk meminta restu dan sebagai penghormatan kepada leluhur dari sanak keluarga mereka yang masih hidup agar calon Ibu dan si jabang bayi lahir dengan sehat dan selamat.</p>
<p>Di awali dengan <strong>siraman</strong> yang di peruntukkan bagi</p>
<div id="attachment_796" class="wp-caption alignright" style="width: 92px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/82px-siraman_ing_mitoni.jpg"><img class="size-full wp-image-796" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/82px-siraman_ing_mitoni.jpg?w=655" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Siraman (Mitoni)</p></div>
<p>calon Ibu dan si jabang bayi agar suci lahir dan batin. Air yang di gunakan di ambil dari 7 sumber, dan di berikan wadah dari kuningan yang juga berisi kembang setaman. Siraman di lakukan oleh calon Kakek dan Nenek dari kedua pasangan dan tetua lain yang berjumlah 7 orang juga.  Kemudian setelah itu, di lanjutkan dengan calon Ayah memasukkan sebuah telur ayam kampung ke dalam kain yang di pakai calon Ibu. Seteh prosesi siraman selesai, sebagai pengakhir rangkaian acara adalah, calon Ibu memecahkan kendi. Bila ujung kendi masih ada (berdiri tegak) maka dipercaya bahwa anak dalam kandungan adalah laki-laki. Namun bila kendi pecah berkeping-keping, maka dipercaya anak dalam kandungan adalah perempuan.</p>
<p><strong>Brojolan</strong><br />
Dengan masih menggunakan kain jarit yang diikat longgar dengan letrek</p>
<div id="attachment_798" class="wp-caption alignleft" style="width: 117px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/mitoni-tegalpanggung1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-798" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/mitoni-tegalpanggung1.jpg?w=107&#038;h=150" alt="" width="107" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Brojolan</p></div>
<p>yaitu sejenis benang warna merah putih dan hitam. Merah melambangkan kasih sayang calon ibu, putih melambangkan tanggung jawab calon bapak bagi kesejahteraan keluarganya nanti. Warna hitam melambangkan kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah mempersatukan cinta kasih kedua orang tuanya, prosesi di lanjutkan dengan acara brojolan. Calon nenek memasukkan tropong (alat tenun) atau telur ayam kampung kedalam lilitan kain jarit kemudian dijatuhkan kebawah. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan agar proses kelahirannya kelak, agar sang bayi dapat lahir dengan lancar.<br />
Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan dua buah kelapa gading berukir Kamajaya dan Dewi Ratih.</p>
<p>Calon bapak bertugas memotong letrek yang mengikat calon ibu tadi dengan keris yang ujung tajamnya telah ditutupi kunyit, atau bisa juga menggunakan parang yang telah dihiasi untaian bunga melati. Ini melambangkan kewajiban suami untuk memutuskan segala rintangan dalam kehidupan keluarga.</p>
<div id="attachment_800" class="wp-caption alignleft" style="width: 147px"><a href="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kelapa-gading1.jpg"><img class="size-full wp-image-800" title="kelapa gading" src="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kelapa-gading1.jpg?w=655" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">kelapa gading</p></div>
<p>Setelah itu calon bapak akan memecah salah satu buah kelapa berukir tadi dengan parang, dengan sekali tebas. Apabila buah kelapa terbelah menjadi dua, maka hadirin akan berteriak: &#8220;Perempuan!&#8221; Apabila tidak terbelah, hadirin boleh berteriak: &#8220;laki-laki!&#8221;</p>
<p><strong>Pemakaian Busana</strong><br />
Selesai brojolan, calon ibu dibimbing keruangan lain untuk mengenakan busana kain batik atau jarit berbagai motif (biasanya berganti motif sebanyak 7 kali). Untuk pemakain kain yang terakhir dan sudah di rasa pantas untuk dikenakan, maka selesailah acara prosesi penyambutan kelahiran ini.</p>
<p>Wow&#8230;banyak sekali prosesi yang harus dilakukan bukan, tetapi dengan atau tanpa melaksanakan semua proses itu, menunggu kelahiran sebuah kehidupan baru memang selalu menyenangkan dan mendebarkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/etnikaos.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/etnikaos.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=etnikaos.wordpress.com&amp;blog=11054477&amp;post=752&amp;subd=etnikaos&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://etnikaos.wordpress.com/2010/02/04/upacara-menyambut-kelahiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a781a228891a9e93150f77e8ed915e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heritagetnikaos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/82px-siraman_ing_mitoni.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/mitoni-tegalpanggung1.jpg?w=107" medium="image" />

		<media:content url="http://etnikaos.files.wordpress.com/2010/02/kelapa-gading1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelapa gading</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
