29
Jan
10

Kehidupan wanita Asmat

Wajah perempuan Asmat

Kehidupan wanita Asmat, bahkan dalam kehidupannya sebagai “wanita” di sukunya, dengan tugas yang di bebankan takdir sebagai perempuan, wanita-wanita suku Asmat ini masih bisa tersenyum. Dari sejak lahir sampai sebelum berumur lima tahun, kehidupan anak perempuan suku ini terbilang paling menyenangkan. Karena mereka masih bebas bermain tanpa terbebani oleh tugas-tugas rumah tangga yang memberatkan meski waktunya bermain tidak sebanyak anak laki-laki.

Setelah masa lima tahun mereka usai, mulailah perjalan mereka sebagai wanita suku di bentuk. Sedikit demi sedikit pekerjaan rumah tangga mulai di perkenalkan dan merampas masa kanak-kanak mereka dan kesempatan bermain.

Kehidupan mereka di mulai sebelum matahari terbit. Mengambil air di sungai, memasak sagu, menberi makan anak-anak, dan semua harus terselesaikan sebelum suami-suami mereka bangun. Menangkap ikan bagi kebanyakan para wanita  sebenarnya kegiatan menyenangkan meski yang di dapat hanya ikan dan udang kecil. Mengangkat jaring yang dipasang melintang semalam sebelumnya di sungai, mereka asyik menggosipkan kaum laki-laki, hobby wanita yang lumrah. Saking asyiknya, mereka sering lengah akan buaya. Setiap tahun hampir selalu ada orang yang dimakan buaya di Asmat, dan hampir selalu wanita.

Sore hari mereka mencari kayu bakar. Terkadang di temani si suami meski peran benar-benar untuk menemani saja. Setelah kayu bakar terkumpul, tetaplah wanita yang bertugas mengangkatnya dan membawanya pulang.

Lalu apa yang di kerjakan laki-laki di sana ? Mereka kebanyakan hanya

perempuan Asmat

duduk dan menikmati apa yang sudah di sediakan istri sambil menghisap tembakau atau berjudi. Memahat di lakukan sesekali oleh kaum prianya, dalam proses pengerjaan pahatan, semakin lama laki-laki bekerja memahat, semakin sibuk perempuan karena harus menyiapkan lebih banyak makanan untuk suami. Mencari ikan dan mencari kayu bakar sendiri. Setelah pahatan selesai dan terjual tidak lalu otomatis istri dapat menikmati hasil penjualan itu. Mereka tidak pernah mendapatkan “upah” yang setimpal, karena hasil penjualan akan di nikmati suami seorang diri untuk berjudi atau minuman keras.

Belum lagi perlakuan dan tindak kekerasan yang harus di terima perempuan apabila apa yang di inginkan suami tidak terpenuhi, atau mereka kalah berjudi, tak luput wanitalah yang menjadi sasaran kemarahan itu.

Dengan kehidupan begitu berat, perempuan Suku Asmat setelah menikah cepat sekali nampak lebih tua dari usia sebenarnya. Dan jarang sekali ada perempuan Asmat berusia lebih dari 40 tahun.

About these ads

2 Responses to “Kehidupan wanita Asmat”


  1. 1 kevin aldian
    11 April 2010 pukul 8:11 AM

    Melihat dari keseharian mereka apalagi seorang istri harus bekerja extra sedang suami santai dan malas ,ini diakibatkan oleh pendidikan yang blom maksimum intinya pemerintah masih tetap mempertahankan budaya bodoh itu seharusnya budaya juga seimbang dengan pendidkan dan teknologi, saya sangat yakin bahwa kalo mereka sekolah bependidikan mereka mempunyai potensi membangun negara jangan hanya terus saja mebuka masalah pendapatan dari pariwisata mempertontonkan budaya yang sudah tidak layak lagi memperlihatkan jahiliyah masa kebodohan .
    Seyogyanya kita tidak melupakan budaya tapi jangan asik dengan budayanya malah negara kita bodoh.

    ah budaya budaya budaya
    bodoh bloon

  2. 2 Ahyar "Stone" Hudoyo
    11 April 2010 pukul 2:32 PM

    Di banyak suku lain di dunia, nasib wanita juga mirip seperti itu. Itu yang sering membuat saya miris setiap kali berkunjung dan melihat kehidupan sebuah suku.Apa yang harus kita perbuat kawan?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 51,408 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.