26
Jan
10

Suku Asmat dan adat istiadatnya

Dalam hidup bersosial Suku Asmat memiliki 2 jabatan kepemimpinan.

  1. Yang berasal dari unsur pemerintah,
  2. Yang berasal dari masyarakat itu sendiri yaitu kepala adat/ kepala suku

Untuk tipe kepemimpinan yang ke dua inilah yang sangat berpengaruh dalam kehidupan suku Asmat. Karena dalam melakukan segala kegiatan akan selalu di dahului dengan upacara adat. Jadi untuk setiap kegiatan resmi yang melibatkan pemerintah, kerjasama antara pemerintah dan kepala suku sangatlah penting.

Bila seorang kepala suku telah meninggal dunia, jabatan kepala suku tidak secara otomatis jatuh kepada penerusnya, melainkan di pilih dari orang yang berasal dari fain, atau marga tertua di lingkungan tersebut, atau di pilih dari seorang pahlawan yang telah memenangkan pertempuran.

Suku Asmat adalah suku yang menganut Animisme, sampai dengan masuknya para Misionaris pembawa ajaran baru, maka mereka mulai mengenal agama lain selain agam nenek-moyang.  Dan kini, masyarakat suku ini telah menganut berbagai macam agama, seperti Protestan, Khatolik bahkan Islam.

Seperti masyarakat pada umumnya, dalam menjalankan proses kehidupannya, masyarakat Suku Asmat pun, melalui berbagai proses, yaitu :

1. Kehamilan, selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung alau ibu mertua.
2. Kelahiran, tak lama setelah si jabang bayi lahir dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu, alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. Selanjutnya, diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun.
3. Pernikahan, proses ini berlaku bagi seorang baik pria maupun wanita yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan oleh pihak orang tua lelaki setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan melalui uji keberanian untuk membeli wanita dengan mas kawinnya piring antik yang berdasarkan pada nilai uang kesepakatan kapal perahu Johnson, bila ternyata ada kekurangan dalam penafsiran harga perahu Johnson, maka pihak pria wajib melunasinya dan selama masa pelunasan pihak pria dilarang melakukan tindakan aniaya walaupun sudah diperbolehkan tinggal dalam satu atap. Dalam memenuhi kebutuhan biologisnya, baik kaum pria maupun wanita melakukannya di ladang atau kebun, disaat prianya pulang dari berburu dan wanitanya sedang berkerja di ladang. Selanjutnya, ada peristiwa yang unik lainnya dimana anak babi disusui oleh wanita suku ini hingga berumur 5 tahun.
4. Kematian, bila kepala suku atau kepala adat yang meninggal, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini, tetapi bila masyarakat umum, jasadnya dikuburkan. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan.

Melakukan kegiatan bercocok tanam di ladang, dengan jenis tanamannya wortel, matoa, jeruk, jagung, ubi jalar dan keladi juga beternak ayam, babi. Demikian menariknya adat istiadat suku ini, sehingga perlu dilestarikan. Disamping itu juga, dapat digunakan sebagai obyek pariwisata untuk mendapatkan devisa bagi negara.

Orang Asmat

Secara umum, kondisi fisik anggota masyarakat Suku Asmat, berperawakan tegap, hidung mancung dengan warna kulit dan rambut hitam serta kelopak matanya bulat. Disamping itu, Suku Asmat termasuk ke dalam suku Polonesia, yang juga terdapat di New Zealand dan Papua Nugini.

Ref.from Wikipedia

About these ads

5 Responses to “Suku Asmat dan adat istiadatnya”


  1. 1 isna
    7 Februari 2010 pukul 12:10 PM

    eh,,tanya dong!Bahasa suku asmat itu namanya apa sih?Aku pengen tahu.Soalnya bahasanya itu unik tapi aku blum tahu namanya apa?

    • 7 Februari 2010 pukul 1:32 PM

      Saya juga lagi nyari nih. Mungkin sama seperti suku jawa ya… bahasanya ya bahasa jawa, dan bahasa sunda, hehehehe… di dalam suku asmat sendiri juga masih dibagi beberapa sub suku dengan bahasa yang berbeda-beda tentu saja. Udah coba nyari tetep aja ga ketemu… mungkin ada yang lebih tau yak ? ;)

  2. 2 Maret 2010 pukul 4:59 PM

    bagi yang ingin tahu bahasa-bahasa daerah di Papua termasuk di Asmat, kunjungi saja althurfamily.blogspot.com atau linguistika.blogspot.com

    • 12 Maret 2010 pukul 12:03 AM

      nha… akhirnya ada yang lebih tau, so, buat temen-temen yang butuh lebih banyak info, silahkan mampir ke link blog tersebut.

  3. 5 putri
    15 April 2010 pukul 3:26 PM

    kalo suku asmat itu mau nerima aturan pemerintahan indonesia ga? ato punya pemerintahan sendiri?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


RSS whats Hot

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Welcome Visitor

free counters

Translate

Arsip

Blog Stats

  • 51,291 hits

Blog Status

GrowUrl.com - growing your website
Iklankan website anda di sini...!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.